Bangunan Diduga Liar Bermunculan di Kawasan Puspemkab Tangerang

oleh -
Bangunan Diduga Liar Bermunculan di Kawasan Puspemkab Tangerang camat tigaraksa satpol pp
Ada belasan bangunan berupa kios, lapak, dan tempat usaha lainnya di kawasan itu yang disinyalir tak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Bangunan tempat usaha itu, pada umumnya bangunan baru yang dijadikan tempat menjual beraneka ragam jenis usaha

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Belakangan ini banyak bangunan yang dijadikan tempat usaha bermunculan di Perempatan Jalan Baru Pos-Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Bangunan yang diduga tak berizin alias liar itu, menambah kesan semrawut di kawasan Pusat Pemerintah Kabupaten (Puspemkab) Tangerang tersebut.

Ada belasan bangunan berupa kios, lapak, dan tempat usaha lainnya di kawasan itu yang disinyalir tak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Bangunan tempat usaha itu, pada umumnya bangunan baru yang dijadikan tempat menjual beraneka ragam jenis usaha, mulai makanan, pakaian hingga makanan siap saji.

Hal itu berpotensi menimbulkan kerumunan yang berakibat kemacetan. Pasalnya pengunjung atau pembeli yang datang akan memarkirkan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat di bahu jalan. Kondisi itu mengganggu pengendara lainnya yang melintas di Jalan Baru Pos-Tigaraksa.

“Ini berada dekat dengan badan jalan sehingga ketika kendaraan yang berhenti untuk berbelanja, menganggu pengendara lainnya yang melintas,” ungkap Yudi, salah satu warga Solear yang melintas di kawasan itu, Kamis (16/9/2021).

BACA JUGA: Pagar Pasar Cisoka Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Wapres

Direktur Eksekutif LSM BP2A2N, Ahmad Suhud menyebut keberadaan kios tempat usaha di sepanjang jalan tersebut berpotensi menimbulkan masalahan baru, seperti kemacetan.

“Selain kemacetan, juga akan membahayakan keselamatan pengguna jalan dan rawan kecelakaan,” kata Ahmad Suhud.

Dia meminta aparat terkait, dalam hal ini Camat Tigaraksa untuk bertindak tegas dengan segera menertibkan bangunan tempat usaha tersebut, juga kendaraan yang parkir di bahu jalan.

Camat Tigaraksa, Rahyuni mengaku sejumlah bangunan semi permanen yang saat berdiri kokoh di sepanjang jalan baru itu, belum mengantongi izin. Pihaknya belum menerima pengajuan izin dari para pemilik bangunan tempat usaha itu.

“Tidak ada izin atau koordinasi dengan dengan kecamatan, karena mulai 2 Agustus 2021, pelimpahan kewenangan terkait IMB Ruko 1 pintu sudah dicabut kembali,” jelas Rahyuni.

Untuk menindaklanjuti kondisi itu, Rahyuni mengaku akan berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Tangerang selaku penegak Perda. “Nanti kami teruskan ke Satpol PP Kabupaten Tangerang selaku aparat penegak Perda,” jelas Rahyuni.

Lurah Tigaraksa, Ramawinata juga mengaku belum pernah menerima pengajuan izin temapt usaha dari para pemilik bangunan di sekitar Puspemkab Tangerang tersebut.

“Mereka ngontrak ke pemilik tanahnya, kami menyurati pihak yang lebih berwenang untuk menertibkan, dalam hal ini Satpol PP. Kami hanya menghimbau pelaku usaha untuk tidak berjualan di bahu jalan apalagi ambil badan jalan,” ujar Ramawinata.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.