Badan Kepegawaian Tangsel Ingatkan CASN Yang Lolos Seleksi Tak Terlibat Kampanye Paslon

  • Whatsapp
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangerang Selatan, Apendi.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Di tengah perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, para calon Aparatur Sipil Negara (ASN) yang lolos seleksi di Kota Tangerang Selatan diminta tidak terlibat dalam kampanye politik pasangan calon (Paslon)

Jika berani terlibat dan terbukti tergabung serta mendukung kelompok pasangan calon tertentu, namanya akan dicoret sebagai calon ASN. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangerang Selatan Apendi.  

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sebagai calon pegawai, harus memahami kode etik salah satunya tidak terlibat dalam kelompok pemenangan pasangan calon di Pilkada.

“Calon pegawai kan punya kode etik, harusnya nggak boleh terlibat di politik. Kalau ada, laporkan. Integritasnya bisa kita lihat, baru calon aja udah begitu,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis (12/11/2020).

BACA JUGA: DKPP Ajak Masyarakat Kawal Netralitas ASN di Pilkada

Apendi menerangkan, jika ada calon ASN yang terbukti sebagai kelompok pemenangan Paslon tertentu, sanksinya akan dicoret. “Nanti kita proses. Kalau terbukti namanya akan dicoret. Semua itu ada aturan dan tahapannya,” terang Apendi.

Menurutnya, larangan tergabung menjadi tim pemenangan salah satu Paslon di Pilkada 2020 sudah ditekankan sejak awal pendaftaran penerimaan CASN tersebut. “Kalau itu kan sudah jelas. Masa belum jadi PNS udah belagu, udah berbuat semaunya,” tandasnya.

BACA JUGA: Wali Kota Tangsel Airin “Kabur” Saat Dimintai keterangan Sanksi 3 ASN Yang Melanggar Netralitas

Lebih lanjut, Apendi menuturkan, di Tangsel, ada 218 CASN yang lolos seleksi dan kini sedang menunggu Nomor Induk Pegawai (NIP) dari Badan Kepegawaian Negara.

Hingga saat ini, pihaknya belum menerima adanya laporan soal CASN atau CPNS yang sudah lolos seleksi terlibat dalam kampanye paslon Pilkada. “ASN itu netral. Sudah jelas. Ada aturannya, mekanismenya, tugasnya bekerja, bekerja, memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Apendi. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.