Ayo Siaga! Banten, Jakarta, Jabar dan Jateng Bakal Dilanda Banjir Bandang

oleh -
BMKG, banjir bandang, siaga, banten, jakarta, la nina,
BMKG memperkirakan puncak musim hujan berlangsung sampai akhir Februari hingga awal Maret.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Badan Pusat Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan daerah seperti Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah berpotensi diguyur hujan lebat. Dengan begitu, daerah-daerah itu masuk dalam kategori siaga dengan dampak terjadinya banjir bandang.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, A Fachri Radjab kepada wartawan di Jakarta,  Senin (8/2/2021) mengatakan, selain fenomena La Nina terdapat pula faktor dinamika atmosfer lain yang mempengaruhi peningkatan intensitas curah hujan ekstrem di beberapa daerah di Indonesia.

Menurutnya, peringatan tentang musim hujan Indonesia akan terpengaruh La Nina sudah diberikan sejak Oktober 2020. Dengan fenomena itu masih berlangsung sampai saat ini dengan intensitas moderat. Hal itu mengakibatkan musim hujan yang lebih basah di Indonesia.

“Selain ada faktor-faktor dinamika atmosfer yang juga berpengaruh terhadap pertumbuhan awan hujan di Indonesia, di antaranya saat ini masih terdeteksi monsun Asia kemudian adanya daerah-daerah pertemuan angin di atas wilayah Indonesia,” kata Fachri Radjab.

BACA JUGA: Sepanjang Januari 2021 Indonesia Dilanda 197 Bencana

Dia mengandaikan fenomena pertemuan angin seperti kendaraan yang bertemu di perempatan jalan, yang dapat menimbulkan penumpukan. Dengan terjadi pertemuan angin di atas Indonesia itu dan suhu makin dingin maka akan terbentuk awan.

Daerah pertemuan muncul di Indonesia sendiri terjadi karena monsun Asia yang masuk ke selatan karena adanya daerah-daerah tekanan rendah di utara Australia. “Itu makanya banyak terbentuk daerah pertemuan angin di atas wilayah Indonesia,” tambahnya.

Selain faktor global La Nina dan faktor regional yang menyebabkan daerah pertemuan angin, Fachri juga menjelaskan adanya faktor lokal.

Faktor lokal penyebab meningkatnya curah hujan ekstrem adalah stabilitas udara yang cenderung labil atau mudah terangkat yang dapat membentuk awan. Proses konveksi awan itu, ujarnya, cukup kuat karena udara yang labil tersebut.

“Kombinasi tiga skala itu maka banyak terbentuk awan-awan hujan di Indonesia,” ujar Fachri.

Menurut BMKG, Indonesia saat ini tengah memasuki periode puncak musim hujan yang membuat dapat terjadinya intensitas hujan bisa mencapai 100 milimeter dalam sehari, atau masuk dalam kategori hujan lebat dan ekstrem.

“Kami perkirakan periode puncak musim hujan masih akan berlangsung sampai akhir Februari hingga awal Maret nanti,” demikian ujar Fachri.

Selain empat provinsi yang masuk masuk dalam kategori siaga, BMKG juga mengkategorikan Bengkulu, Lampung, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua dalam kategori waspada.(ANT/DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.