Ayam Wareng Gantikan Mat Peci Jadi Maskot Persita

  • Whatsapp
Maskot Persita Ayam Wareng
Tim Persita dan Maskot Barunya Ayam Wareng.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM— Manajemen Persita Tangerang melakukan launching tim yang akan tampil di Shopee Liga 1 2020 yang digelar di Restoran Holywings, Gading Sepong, Tangerang, Rabu (26/2/2020). Tidak hanya meluncurkan tim, Persita turut merilis jersey, logo, Persita juga memperkenalkan maskot barunya yakni Ayam Wareng menggantikan Mat Peci yang selama ini dijadikan maskot Persita.

Presiden Klub Persita, Ahmed Rully Zulkifar menjaskan terkait rebranding logo serta maskot adalah bagian dari langkah Persita untuk menjadi klub yang semakin profesional.

Bacaan Lainnya

“Sejarah itu tidak akan bisa kami tinggalkan. Tapi kami mau menatap ke depan. Persita adalah klub profesional,” ujar pria yang merupakan adik kandung dari Bupati Tangerang Ahm Zaki Iskandar ini.

BACA JUGA:

Persita Sukses Bantai Timnas 4-1, Begini Kata Pelatih Widodo C Putro

Warga Kabupaten Tangerang Bersyukur Persita Masuk Liga I

Rully berharap dengan dijadikannya Ayam Wareng sebagai maskot, maka timnya bisa gagah dan berwibawa dalam mengarungi kompetisi Shopee Liga 1 2020.

Sedangkan terkait rebranding logo baru timnya, menurut Rully, logo baru tersebut adalah hasil kolaborasi dua finalis sayembara yang telah dimulai sejak September 2019 dan mencapai puncaknya pada. Desember 2019. Dua finalis terpilih Ade Santani (asal Kabupaten Tangerang) dan Dani Nugraha (dari Bandung) lantas melakoni workshop di Tangerang untuk berkolaborasi dan melahirkan logo terbaru ini.

Adapun jersey di Liga 1 2020, Persita memiliki tiga jenis. Warna ungu untuk jersey kandang. Warna putih-ungu akan menjadi jersey tandang dan pink menjadi warna jersey ketiga. Selain itu ada juga dua jenis jersey latihan yang dirilis, berwarna merah-hitam dan hitam-hitam. Sementara untuk jersey pelatih dan ofisial akan dirilis dalam dua warna, biru navy dan putih.

Dalam kesempatan itjuga Rully mengatakan bahwa dalam 10 tahun terakhir, Persita tidak ada bantuan dana APBD. Dimana, ia ingin menunjukkan bahwa Persita sudah mandiri sejak 10 tahun lalu.

“Bali United sudah profesional. Kami juga punya cara untuk profesional dan tentunya dengan cara yang berbeda,” terangnya.

Tak hanya itu, ia pun mengatakan akan konsentrasi pada pembangunan infrastruktur. Hal itu menjadi hal utama sebelum membicarakan target juara yang akan dibebankan kepada skuad Persita. (Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.