Awas! Kawasan Wisata di Banten Bisa Jadi Klaster Baru Covid-19

oleh -
wisata banten
Kawasan wisata Religi Kesultanan Banten salah satu objek wisata yang diprediksi dipadati pengunjung saat liburan ini.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah kalangan menilai kawasan wisata bisa menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Terlebih saat liburan panjang yang dimulai Kamis (29/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020) pekan depan.

Sementara itu, sejumlah pengelola kawasan wisata di Provinsi Banten menyatakan siap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 yang sudah ditetapkan berdasarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di seluruh wilayah Banten.

Di Kota Serang, untuk mengantisipasi munculnya klaster baru Covid-19 dari kawasan wisata, Pemkot Serang meminta setiap pengelola objek wisata untuk membentuk satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 sendiri saat libur panjang akhir pekan.

Kepala Satpol PP Kota Serang, Kusna Ramdani mengatakan, pihaknya menekankan kepada pengelola wisata untuk mempersiapkan Satgas Covid-19, seperti persiapan disiplin Prokes.

“Karena tidak akan memungkinkan dicover tim satgas Covid-19 dari Pemkot Serang,” katanya.

BACA JUGA: MUI dan Pramuka Banten Apresiasi Dinkes Dalam Menangani Covid-19

Dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan wisatawan pada libur pekan ini, baik itu dari Serang maupun luar kota, pihaknya akan menyiapkan lima petugas di sejumlah tempat objek wisata untuk melakukan pengetatan protokol kesehatan.

“Dan saat ini kita juga melakukan monitoring ke wisata baru yaitu MBS, untuk menyiapkan pengetatan protokol kesehatan. Kami juga menerjunkan personil sampai 5 orang di setiap objek wisata yang ada di Kota Serang,” kata Kusna.

Kemudian, kata dia, pembatasan jumlah pengunjung juga akan dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan atau kerumunan pada saat puncak libur berlangsung.

“Itu juga membatasi kapasitas jumlah pengunjung untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan, karena hal itu mau PSBB ataupun tidak harus membatasi jumlahnya,”katanya.

Ia menuturkan, jika ada objek wisata yang melanggar aturan, pihaknya akan memberikan teguran hingga sanksi pencabutan izin.

“Jika nantinya objek wisata itu melanggar, kami akan melakukan peneguran terlebih dahulu sampai dilakukannya pencabutan izin,” tegas Kusna.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang, Heri Hadi menambahkan, terkait libur panjang cuti bersama pada tahun ini diperkirakan bakal terjadi lonjakan pada Rabu 28 Oktober. Sementara lonjakan arus baliknya diperkirakan Minggu (1/11/2020).

Ia mengatakan, libur panjang saat ini akan berbeda dengan libur panjang sebelumnya, karena arus bergerak masyarakat akan banyak ke arah jalur wisata. “Kebetulan Kota Serang mempunyai jalur wisata dan itu yang kami antisipasi dan koordinasikan dengan pihak terkait,” kata Heri.

BACA JUGA: Siaga La Nina, BPBD Banten Bangun Posko Siaga Bencana di Selatan Lebak

Sementara itu, sejumlah objek wisata di Banten siap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dalam upaya mengantisipasi adanya klaster baru penularan COVID-19.

Pantauan di salah satu kawasan objek wisata religi Banten Lama yakni Kesultanan Banten (KKB) yang berada di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, terlihat sudah menerapkan protokol kesehatan seperti adanya posko pemeriksaan suhu tubuh di gerbang pintu utama.

Kemudian, terpasang tempat pencuci tangan portable, spanduk imbauan dengan tulisan “Kawasan Wajib Memakai Masker” dan marka jaga jarak.

“Kalau untuk persiapan khusus menghadapi libur kita tidak ada, karena saat ini kita belum dapat surat tembusan dari pemerintah. Adapun untuk penerapan protokol kesehatan kami tetap melaksanakan dari pertama diberlakukannya​​​​ PSBB,” kata M Sabullah (49), seorang petugas objek wisata religi Banten Lama kepada wartawan.

Kemudian, secara keseluruhan pihaknya sudah siap menyambut kedatangan para wisatawan pada saat libur panjang tahun ini. Satu di antara persiapannya itu dengan adanya posko-posko pengecekan protokol kesehatan di setiap pintu masuk kawasan wisata.

“Kalau masuk ke kawasan masjid Agung Banten tidak memakai masker atau saat di cek suhu tubuhnya melebihi dari 3.8 derajat, maka tidak boleh masuk. Kemudian wisatawan wajib memakai masker,” katanya.

Selain menerapkan protokol kesehatan, pihaknya juga melakukan pembatasan jumlah wisatawan yang hanya 50 persen dari kapasitas kunjungan pada masa PSBB.

“Kami juga ada pembatasan jumlah pengunjung sesuai atuaran pada saat penerapan PSBB,” kata dia.

Sedangkan di kawasan objek wisata Pantai Gope Karangantu Kota Serang, di gerbang pintu masuk utama belum ada pemeriksaan pengecekan suhu tubuh dari petugas yang berjaga. Namun demiikan untuk tempat pencuci tangan tersedia meski terlihat tidak terawat.

Di kawasan Pantai Gope tersebut, hanya terlihat petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang dan peraonil Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Serang kota yang melakukan penjagaan.

BACA JUGA: Antisipasi Bencana, Ratusan Personel Brimob Disiagakan di Banten

“Kami tetap memberikan imbauan ke para pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan,” kata Adul (38) salah seorang petugas di kawasa wisata di Pantai Ggope.

Ia mengaku, saat ini pihaknya hanya melakukan pemantauan wisatawan yang datang ke pantai gope, agar tidak terjadi penumpukan saat terjadi lonjakan pengunjung serta diimbau untuk menggunakan masker.

“Kalau kami tetap memberikan himbauan kepada pengunjung, tetapi karena petugas di sini sedikit terus jumlah pengunjung banyak jadi kewalahan. Makanya kadang susah mau melakukan pengecekan itu,” aku Adul.(ANT/DIFA)