Audiensi SMSI-DPR: Perspektif dan Tone Pemberitaan Sulit Disatukan

  • Whatsapp
SMSI-DPR RI

JAKARTA,REDAKSI24.COM–Rencana Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) untuk menyatukan banyak perusahaan media online yang berbeda-beda akan mengadapi kesulitan dalam hal perspektif pemberitaan. Hal tersebut diutarakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia  (DPR RI), Aziz Syamsuddin ketika menerima kunjungan audiensi pengurus SMSI yang dipimpin oleh Ketua Umum SMSI Firdaus, Selasa 9/6/2020) sore di Gedung DPR RI, Jakarta.

“Masalahnya setiap perusahaan media, setiap wartawan dalam menulis berita punya perspektif masing-masing, punya sudut pandang yang berbeda-beda. Bagaimana ini menyatukannya. Ini sulit, harus ada langkah konsolidasi organisasi,” kata Aziz.

Bacaan Lainnya

Namun begitu politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini, berharap kalau pun tidak bisa menyamakan perspektif, paling tidak tone pemberitaan yang mestinya bisa disamakan. 

“Itu pun tone pemberitaan, akan mengalami gradasi yang berbeda-beda,” tutur  Aziz. 

Dalam penyatuan media-media online yang berbeda-beda, kata Aziz, harus ada kepentingan yang saling memberi manfaat positif. 

“Saling memberi manfaat ini penting, sebab kalau tidak ada, mereka akan mengembangkan kepentingan perusahaan masing-masing,” kata Aziz.

Sementara itu Ketua Umum SMSI Firdaus meyakini perusahaan pers yang tergabung di SMSI akan bisa bersatu. Firdaus menjelaskan, 1.000 perusahaan online yang menjadi anggota SMSI akan disatukan dalam newsroom bersama.  

“Mereka saling memanfaatkan berita-berita yang ada dalam newsroom. Tetapi mereka juga punya kewajiban untuk mengirim berita ke newsroom bersama,” papar mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten ini.

Firdaus meyakini Ini kepentingan yang menguntungkan buat perusahaan-perusahaan media yang bergabung dengan newsroom bersama. Jadi yang disatukan bukan sudut pandangnya, bukan perspektifnya. Pasti sulit. 

“Memang diharapkan setiap perusahaan media dan wartawannya mempunyai perspektif dan tone yang baik dalam pemberitaan, kalaupun memberi kritik, tentu kritik yang membangun, kritik yang mengingatkan,”  kata Firdaus. (Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.