Aturan KRL Masa New Normal, Lansia Dibatasi Dan Penumpang Dilarang Bicara

  • Whatsapp
Petugas Stasiun Rawa Buntu tampak berjaga di sekitar line kereta menggunakan face shield.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Penumpang lanjut usia dan Balita akan dibatasi dalam menggunakan jasa kereta rel listrik. Hal tersebut dilakukan, sebagai upaya pencegahan Covid-19 bagi usia rentan.

Manager External Relatipn PT KCI Adli Hakim mengatakan, ketentuan tersebut mulai berlaku hari ini, Senin (8/6/2020). Menurutnya, aturan tersebut dibuat untuk meminimalisir risiko bagi lanjut usia mulai dari umur 60 tahun atau lebih.

Bacaan Lainnya

“Bagi lansia, akan dilarang menaiki KRL pada jam sibuk misalnya pukul 06.00 – 09.00 WIB. Tetapi akan diperbolehkan mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB,” katanya melalui WhatsApp, Senin (8/6/2020).

Sedangkan untuk anak-anak atau Balita, sementara akan dilarang hingga pandemi Covid-19 selesai. Tetapi jika ada keperluan mendesak seperti untuk berobat ke rumah sakit, maka akan diizinkan.

Selain itu, PT KCI juga akan melarang para penumpangnya berbicara secara langsung maupun melalui telepon genggam.

“Imbauan ini diberlakukan karena virus rentan menular melalui droplet atau percikan cairan yang keluar dari mulut dan hidung saat batuk, bersin, maupun berbicara. Karena meskipun penumpang menggunakan masker, tetapi kemungkinan droplet akan menyebar karena ukurannya mikroskopis,” ungkapnya.

Larangan bicara lanjit Asli, mungkin bisa untuk seterusnya. Karena commuter di berbagai negara pun berlaku demikian, dengan tujian untuk kenyamanan dan ketertiban bersama.

Sementara untuk sanksinya, jika tidak kooperatif akan diturunkan paksa di stasiun terdekat. “Kalau masih kooperatif, hanya diingatkan petugas. Tetapi kalau sudah diingatkan beberapa kali namun tidak kooperatif, kami turunkan di stasiun terdekat,” tutupnya.

Terpisah, Vice President Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, hingga pukul 10.00 WIB tercatat ada 150.000 orang yang melakukan tap masuk gate elektronik. “Peningkatan penumpang ini karena masyarakat telah beraktivitas lagi memasuki masa PSBB transisi,” katanya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.