Atasi Penganggguran, Pemkot Tangerang Bentuk BLK Tingkat Kelurahan 

  • Whatsapp
BLK Kelurahan
Ilustrasi.

KOTA TAGERANG,REDAKSI24.COM–Meningkatnya angka pengangguran akibat pandemi Covid 19 yang terjadi diberbagai wilayah membuat pemerinta daerah harus mencari solusi dalam mengatasinya. Pasalnya selain mengakibatkan tingkat pereonomian semakin menurun tentunya banyaknya pengangguran bisa meningkatkann kerawanan sosial.   

Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang untuk mengatasi jumlah pengangguran dalam waktu dekat akan membentuk Balai Latihan Kerja (BLK) di tingkat kelurahan. Hal ini merupakan upaya lanjutan pemkot untuk menanggulangi masalah pengangguran, dimana sebelumnya juga pemkot sudah mengadakan Virtual Job Fair dan juga membantu memberikan modal kepada para pengusaha baru melalui program Tangerang Bisa.

Bacaan Lainnya

“Kita sudah anggarkan di anggaran perubahan, rencananya kita mulai bulan Oktober nanti,” ujar Kepala Bappeda, Sugiharto Achmad Bagdja beberappa waktu lalu.

Sugiharto menjelaskan nantinya BLK tingkat kelurahan yang berjumlah 104  tersebut akan memberikan berbagai macam pelatihan mulai dari Fotografi dan Videografi, Membuat Vlog, Content Creator, Perbengkelan, Las, Service Elektronik, Sablon, Membatik, Barista, Packaging makanan serta berbagai keahlian lainnnya.

“Minimal satu kelurahan nanti harus melaksanakan 5 (lima) pelatihan, dengan jumlah peserta masing-masing 20 peserta,” jelasnya.

Dengan hal tersebut lanjut pria yang akrab disapa  Ugi ini, diharapkan ada kurang lebih 12 ribu warga Kota Tangerang yang terlatih dengan berbagai keahlian yang di era pandemi ini sangat dibutuhkan oleh dunia kerja.

“Kita targetkan ada 12 ribu warga yang terlatih, sehingga mereka bisa berwirausaha mandiri atau bekerja di tempat yang membutuhkan jasa mereka,” tuturnya.

Sementara itu, menjawab soal teknis pelatihannya, Ugi menerangkan bahwa pelatihannya nanti bisa online dan juga offline dengan menggunakan gedung kantor kelurahan.

“Jadi nanti pelatihannya online dan offline. Untuk yang offline pelatihannya nanti bisa memanfaatkan gedung kantor kelurahan yang sudah ada, karena kita tidak membangun gedung baru,” paparnya.

“Pelaksanaannya pun akan dibina langsung oleh OPD terkait, seperti Disnaker, DisperindagUMKM, Dinas LH, dan DKP,” pungkasnya.(Hms/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.