Atasi Masalah Likuiditas, Bank Banten Fokus Cari Dana di Pasar Modal

  • Whatsapp
bank banten
Direksi Bank Banten menggelar publik ekspose.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Jajaran Direksi Bank Banten kini tengah fokus menggalang dana masyarakat. Pola itu dilakukan Bank Banten untuk mengatasi likuiditas keuangan perseroan yang semakin memburuk.

“Aksi korporasi (right issue) ini rencananya akan kami laksanakan pada Minggu kedua bulan Desember 2020. Rencana itu mundur dari waktu yang telah ditentukan sebelumnya yakni awal bulan Oktober,” kata Direktur Bank Banten Kemal Idris, usai pemaparan publik ekspos, kemarin.

Bacaan Lainnya

Menurut Kemal, mundurnya agenda rencana right issue itu dikarenakan harga saham Bank Banten hanya Rp8/lembar, di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibawah harga standar minimal pasar modal yakni Rp50/lembar.

Namun lanjut Kemal, setelah ada penilaian harga saham Bank Banten dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), harga saham Bank Banten menjadi Rp4,8/lembar atau sekitar Rp5/lembar. Akhirnya, kata Kemal, pihaknya melakukan rever stok atau penggabungan saham berdasarkan rekomendasi dari surat BEI awal Juli lalu.

BACA JUGA: BST Tahap II Belum Cair, Gubernur Banten: Lihat Dulu Duitnya Ada atau Tidak

“Mau tidak mau kami juga harus menjadwalkan ulang rencana right issue, karena banyak administrasi yang harus kami lakukan terlebih dahulu seperti mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPS,” jelasnya.

Diakui Kemal, dengan rever stok ini, setiap 10 lembar saham akan digabung menjadi 1 lembar saham, sehingga harganya menjadi Rp50/lembar saham. Jika ada yang memiliki 1.000 lembar saham, setelah dilakukan rever stok, menjadi 100 lembar saham.

“Karena semuanya disederhanakan menjadi 1/10,” ujarnya.

Sementara itu, Komisaris Bank Banten, Media Warman berharap aksi korporasi bisa berjalan sesuai target, yakni mendapatkan tambahan modal sebesar Rp3 triliun dari total 6,4 lembar saham yang diperdagangkan.

Media menambahkan, jika nanti yang terjadi tidak sesuai dengan target, bisa dipastikan sebagian besar saham Bank Banten akan dimiliki Pemprov Banten, sementara untuk saham publik akan terdelusi menjadi sekitar 1 persen.

“Kalau sahamnya sudah mayoritas milik Pemprov Banten, secara otomatis Bank Banten akan menjadi BUMD,” ujarnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.