Atasi Maraknya Prostitusi, Pemkot Tangerang Gencarkan Program

oleh -
Ilustrasi: Ajang prostitusi yang kian marak-(ist).

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Untuk meminimalisir maraknya kasus prostitusi yang terjadi belakangan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melakukan berbagai upaya. Salah satunya melalui program seperti pemberdayaan perempuan dan anak.

Hal itu terjadi, karena saat ini praktik prostitusi sangat mudah ditemui oleh masyarakat, terlebih dalam dunia digital.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, Jatmiko mengatakan, penanganan terhadap praktik prostitusi di kota Tangerang telah dilakukan dengan berbagai upaya, seperti melakukan kegiatan edukasi pola asuh atau parenting. 

“Pola asuh tumbuh semacam mental kuat agar tidak tergerus pengaruh zaman ataupun lingkungan, prostitusi tidak hanya faktor ekonomi saja, tapi orang yang sebenarnya cukup secara materi pun melakukan hal ini,” kata Jatmiko dalam diskusi Fraksi Teras bertema “Transformasi Prostitusi dan Solusi Ketegasan Hukum” yang diselenggarakan oleh Solusi Movement, Rabu, (06/09/2021).

BACA JUGA: Terbukti Sediakan Prostitusi, Pemkot Tangerang Segel Hotel Alona

Menurut Jatmiko, kalangan remaja menjadi salah satu objek utama melakukan pembinaan, dengan edukasi yang diberikan yaitu tentang pernikahan dini  “Jadi kita bentuk komunitas yang bisa berikan terapi, ketimbang dibawa ke psikolog,” ujarnya.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Prostitusi Online di Apartemen Aeropolis Residen Tangerang

Selain itu, lanjut Jatmiko, lembaga penyelenggara pendidikan juga diminta untuk membuka sesi konsultasi bagi para pelajar. Tentunya dengan tujuan agar pelajar atau anak-anak dapat lebih memahami tentang pergaulan dan agar tidak terjerembab dalam berbagai bentuk praktik prostitusi.

BACA JUGA: Tiga Pasangan Mesum, Diamankan Satpol PP dari Hotel Melati di Kota Tangerang

Di sisi lain, DP3AP2KB juga membuka program Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang berisi 3 orang psikolog. Kata dia, orang yang terlibat merupakan relawan. “Disitu tempat berkonsultasi manakala ada masalah keluarga. Kita berikan gratis,” ungkapnya. 

Jatmiko mengatakan, upaya pencegahan anak dan perempuan masuk dalam dunia prostitusi lainnya, yaitu dengan membentuk satuan tugas (Satgas) di setiap kelurahan.”Kalau ada kasus kita bisa lakukan penjemputan, kita dampingi dengan psikolog,” pungkasnya. (Candra/Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.