Asyik, Hajatan Sudah Diperbolehkan Lagi di Kota Serang

  • Whatsapp
hajatan kota serang
salah satu even organizer di Kota Serang menggelar simulsai hajatan atau resepsi pernikahan dengan protokol kesehatan yang ketat.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Mulai hari ini, Kamis (9/7/2020), warga Kota Serang sudah kembali diperbolehkan untuk menggelar acara resepsi atau hajatan alias wedding, baik di dalam gedung maupun di luar gedung.

Namun begitu, pesta hajatan atau resepsi, baik pernikahan, sunatan dan lainnya, bakal dibubarkan jika  tidak mengikuti aturan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Bacaan Lainnya

Demikian dikatakan Wali Kota Serang, Syafrudin kepada wartawan disela simulasi pesta pernikahan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di salah satu gedung pertemuan Kota Serang, Kamis (9/7/2020).

Ia mengungkapkan, Pemkot Serang telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Serang (Perwal) Nomor 18 tahun 2020 tentang perdagangan dan jasa yang mulai diperbolehkan beroperasi pada masa transisi new normal saat ini.

“Segala perdagangan jasa, kemudian yang lainnya sudah mulai dibuka dengan mengacu pada aturan Perwal tersebut,” katanya.

Syafrudin menjelaskan, Perwal mengatur bagaimana tata cara menggelar kegiatan yang mengundang kerumumanan massa atau kegiatan perdagangan ditengah pandemi Covid-19. Salah satu poinnya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

BACA JUGA: Perda Penyelenggaraan Perparkiran di Kota Serang Belum Final

“Masuk (ke gedung) cuci tangan, pakai masker, sanitizer harus sudah disiapkan. Kemudian tetap menjaga jarak untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kalau sudah siap menerapkan protokol kesehatan, silahkan dibuka (kegiatan hajatan),” jelasnya.

Selain itu, dikatakan Syafrudin, jika kegiatan hajatannya digelar di dalam gedung, yang punya hajat harus memiliki panitia khusus, untuk mengatur kegiatan resepsi dengan penerapan protokol kesehatan.

BACA JUGA: Ribuan Warga Banten Menderita Katarak

Syafrudin menegaskan, jumlah orang yang mengikuti kegiatan di dalam gedung maksimal 30 persen dari kapasitas gedung. Misalnya kata Syafrudin, kafasitas gedung 3.000 orang, jadi harus tidak lebih dari 1000 yang boleh masuk ke dalam gedung.

“Juga diatur jamnya, umpamanya undangan ada 3000, kapasitasnya 3000, jadi 1000 orang bergiliran masuk dengan diatur siang, pagi dan malam,” tuturnya.

Sanksi jika tidak menggunakan protokol kesehatan, dikatakan Syafrudin, kegiatan resepsi atau hajatan bakal ditutup. “Sanksinya saya kira ada kontrol dari petugas, baik polri maupun Satpol PP. Kalau tidak mengikuti aturan, akan ditutup,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.