Asyik Ada Kabar Baik Buat ASN, Bulan Depan Gaji Ke-13 Cair!

  • Whatsapp
Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Akhirnya kabar baik yang ditunggu para pegawai negeri datang juga, sebanyak 4.100.894 orang ASN (Aparatur Sipil Negara) Agustus mendatang bakal menerima gaji ke-13.

Pemerintah melalui   Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Tjahjo Kumolo, menyampaikan hal itu, di Jakarta, Senin.

Bacaan Lainnya

Tjahjo menyebutkan,  ASN yang mendapat gaji ke-13 itu bukan merupakan pejabat negara/ eselon I, dan eselon II serta pejabat setingkatnya. “Kira-kira yang terima gaji ke-13 ini sebanyak 4.100,894 orang,”ujarnya

Menurutnya, ASN yang berhak atas gaji ke-13 itu meliputi meliputi pejabat eselon III, IV, dan V serta Jabatan Fungsional Umum dan Jabatan Fungsional Teknis (Guru, Penyuluh, Dokter dll). “Untuk pejabat negara/ eselon I dan eselon II tidak terima,”tuturnya.

BACA JUGA:Sabar ya PNS, Sri Mulyani Belum Pastikan Pencairan Gaji ke-13

Lebih rincinya, sambung Tjahjo, Tenaga Administrator (Eselon III) 101.149 orang, Tenaga Pengawas (Eselon IV) 327.915 orang, Eselon V 14.989 orang. Kemudian Jabatan Fungsional Umum 1.559.965 orang, dan Jabatan Fungsional Teknis 2.096.876 orang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengatakan, untuk pelaksanaan kebijakan gaji ke-13 tahun 2020 dilakukan di bulan Agustus dengan terlebih dahulu melalui perubahan PP 35/2019 dan PP 38/2019 karena kategori penerimanya berubah.

“Kami koordinasi dengan Menpan-RB menyangkut perubahan PP. Diharapkan perubahannya kelar dalam satu sampai dua minggu sehingga pada Agustus sudah bisa dilaksanakan pembayaran,”ungkap Sri Mulyani.

BACA JUGA:Dukung Petahana di Pilkada Pandeglang, Dua ASN Diganjar Tak Naik Gaji

Dia menyebutkan anggaran yang disiapkan untuk menutup gaji ke-13 ASN mencapai Rp28,5 triliun,  terdiri dari melalui APBN untuk gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji ASN pusat Rp6,73 triliun dan pensiun ke-13 Rp7,86 triliun serta ASN daerah melalui APBD Rp13,89 triliun.
​​​​​​​
Menurutnya, kebijakan pencairan gaji dilakukan agar ada suntikan dana segar kepada ASN untuk meningkatkan konsumsi. Namun, karena masih mempertimbangkan efisiensi anggaran, pencairan gaji ke-13 tidak sebesar tahun sebelumnya.

Pasalnya, kondisi saat ini sudah jauh berbeda mengingat penyebaran COVID-19 yang semakin masif sehingga membutuhkan belanja penanganan pandemic itu lebih besar mencapai Rp695,2 triliun. Di sisi lain pendapatan negara diprediksikan terkontraksi hingga 10 persen yaitu Rp1.699,9 triliun dalam target perubahan APBN pada Perpres 72/2020 dan defisit diperlebar dari 5,07 persen menjadi 6,34 persen.(Faisal/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.