Astaghfirullah, Ada Ladang Ganja Satu Hektar di Bandung

  • Whatsapp
Barang bukti ganja

BANDUNG, REDAKSI24.COM– Astaghfirullah, di bilangan Kota Kembang ternyata ada perkebunan ganja. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Cimahi mengungkap keberadaan 1 Ha ladang tempat penanaman ganja di kawasan hutan Gunung Bukit Tunggul, Kecamatan Cilengkrang, perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (12/07/2020).

Menurut Kapolres Cimahi, AKBP Yoris Marzuki, tanaman ganja di ladang tersebut disebar secara acak bersama dengan pohon pisang, sayuran, dan tanaman lainnya. “Ini adalah tempat hasil pengembangan dan penyelidikan tim Satresnarkoba sejak Kamis 8 Juli 2020, setelah tim melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku pengedar ganja,” ujar Yoris di lokasi pengungkapan kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

Ladang ganja itu merupakan lereng sebuah bukit di hutan kina kawasan Gunung Bukit Tunggul. Di loksi itu terdapat sebuah gubuk yang menjadi tempat ditangkapnya seorang tersangka penanam.

Kata Yoris, penelusuran kasus itu bermula dari dua orang tersangka pengedar yang ditangkap. Dari dua orang tersebut, kemudian ditemukan lagi dua orang yang juga pengedar.

Setelah empat orang tersangka pengedar ditangkap kasus peredaran ganja itu menemukan petunjuk adanya sebuah ladang tempat penanaman ganja. Polisi pun mendatangi ladang dan ditemukan seorang yang diduga sebagai penanam.

Dari kasus itu, polisi menangkap lima orang tersangka. Di antaranya berinisial M, C, A, D, sebagai pengedar, dan YN sebagai penanam.

Dari pengungkapan itu, polisi menyita tiga kilogram ganja dan puluhan tanaman ganja dari ladang seluas satu hektar. Sebagai kamuflase, tanaman ganja itu memang disebar secara acak di ladang tersebut.

“Ini sudah berjalan selama satu tahun, setiap tiga bulan sekali dilakukan panen, kita terlambat baru sekitar dua sampai tiga pekan yang lalu merupakan panen terakhir,”ujar kapolres.

Dalam sekali panen, Yoris menyebutkan, setiap tiga bulannya ladang itu bisa menghasilkan 40 kilogram ganja, atau sekitar 1.000 hingga 2.000 batang ganja. Kemudian, satu kilo ganja menurutnya bisa dijual senilai Rp6 juta.

Kepala Satresnarkoba AKP Andri Alam menambahkan, penanaman ganja secara acak itu merupakan modus penyamaran. Apabila tanaman ganja sudah setinggi satu meter sudah bisa dipanen. “Katanya bibitnya dapet dari luar, dari Sumatera, kami masih melakukan pengejaran yang lain,” kata Andri.

Atas kasus itu ,  para tersangka dijerat polisi dengan Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 2 Undang-undang Narkotika, dengan ancaman hukuman  15 tahun penjara. ( Bagus/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.