Astaghfirullah, 2,3 Persen Warga Kota Tangerang Terpapar Covid-19

  • Whatsapp
Arief menyebutkan, hasil survei FKM UI menemukan 2,3 persen warga Kota Tangerang terpapar Covid-19.
Wali Kota Arief Wismansyah, di Tangerang, Selasa (15/9), menyebutkan hasil survei Fakultas Kesesehatan Masyarakat UI menemukan 2,3 persen warga Kota Tangerang terpapar Covid-19.

TANGERANG, REDAKSI24.COM— Wali Kota Arief Wismansyah menyebutkan, hasil survei yang dilakukan FKM UI (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia) bekerjasama Dinkes (Dinas Kesehatan) menemukan sebanyak 2,3 persen warga Kota Tangerang terpapar Covid-19.

“Hasil yang didapat dari survei FKM UI tersebut, sebanyak 2,3 persen warga Kota Tangerang terpapar COVID-19,” ujar Wali Kota, Arief  R Wismansyah, di Tangerang, Selasa.

Bacaan Lainnya

Arief menjelaskan, survei tersebut menggunakan metode sero survei secara acak kepada 3.000 responden yang tersebar di berbagai wilayah di 13 kecamatan. Namun dia tidak menjelaskan kapan survey itu dilakukan.

Diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 penduduk kota ini berjumlah 1.742.604 yang tersebar di  Kecamatan Tangerang, Cipondoh,  Karawaci,  Ciledug,  Karang Tengah,  Jatiuwung,  Priuk,  Cibodas,  Larangan, Pinang, Neglasari, Benda dan Batuceper

BACA JUGA:Gubernur Banten Bersama Wali Kota dan Bupati Tangerang Evaluasi PSBB

Dikatakan Arief, hasil survei menjadi dasar bagi Pemkot  dalam mengambil kebijakan untuk lebih masif dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Lingkungan Rukun warga (PSBL RW) secara ketat.

“Makanya kami kembali perketat pelaksanaan PSBL RW agar angkanya bisa turun,” imbuh Wali Kota.

Pada awal pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Lingkungan (PSBL) RW, pemerintah setempat berhasil menekan jumlah RW yang berstatus zona merah yang sebelumnya sebanyak 22 RW menjadi 11 RW dalam kurun waktu dua pekan.

BACA JUGA: Covid-19 Mengakibatkan Ribuan Wanita di Tangsel Menjanda, Penyebabnya Tekanan Ekonomi

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang mengalami peningkatan selama lima hari terakhir. Data kasus per tanggal 15 September 2020 pukul 08.00 WIB terdapat 1.067 kasus terkonfirmasi dengan rincian 178 orang positif dirawat, 834 dinyatakan sembuh dan 55 orang meninggal dunia. Sementara untuk yang suspek dipantau dalam perawatan ada 748 orang.

Jumlah kasus positif COVID-19 di wilayah tersebut mengalami peningkatan sebanyak 11 kasus dibandingkan satu hari sebelumnya. Begitu juga dengan angka kematian yang bertambah satu orang. Saat ini wali kota  memberlakukan PSBB.(Irfan/Ant/Jaya)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.