Astaghfirullah, 160 Kg Ganja Disembunyikan Dalam Setiap Buku LKS

  • Whatsapp
Ganja Disembunyikan Dalam Buku LKS

JAKARTA, REDAKSI24.COM—Astaghfirullah, luar biasa akal-akalan dua kurir narkoba jaringan Sumatera-Jawa menyembunyikan 160 kilogram ganja dalam setiap buku LKS (lembar kerja siswa) yang akhirnya berhasil diungkap Satresnarkoba Polres Metro Jakarta.

“Modusnya seperti itu, membungkus ganja dengan lakban cokelat dan dilapisi buku untuk kemudian dikirim melalui kargo,”ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dalam ekspos di Mako Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (03/08/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut  kapolda, ganja yang disembunyikan dalam buku LKS tersebut sebagai kamuflase sehingga masyarakat mengira paket itu adalah  buku pelajaran.

Kedua kurir pembawa ganja itu  berinisial HS dan NK. Mereka diringkus pada 16 Juli 2020 di Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Jawa Barat.

BACA JUGA:Polisi Ringkus Empat Kurir Jaringan Sumatera-Jawa Pembawa 291 Kg Narkoba

Kronologinya, penangkapan keduanya berdasarkan hasil pengembangan pada kasus serupa yang berhasil diungkap akhir Desember 2019 lalu, yakni 300 kilogram ganja dari Aceh. Dari pengembangan tersebut, polisi mendapatkan informasi akan ada pengiriman paket ganja menggunakan kargo dengan alamat lokasi penangkapan kedua tersangka.

Nana menyebutkan, berbekal hasil pengembangan itu, Kasat Narkoba dan anggota langsung mengadakan pengejaran ke lokasi tersebut. “Di sana petugas mendapatkan 70 bungkus barang bukti ganja seberat 70 kg dengan dibungkus pakai buku LKS,”jelasnya.

Masih di lokasi itu, petugas juga mendapatkan barang bukti sabu seberat 10 gram yang disimpan dalam bungkus rokok.

Selang tiga hari setelah pengungkapan pertama, penyidik kembali melakukan penggerebekan di lokasi yang sama. Petugas mengamankan lima kardus barang bukti berisi 90 bungkus ganja dengan berat 90 kilogram.

“Barang bukti ini pun dibungkus dengan buku LKS tadi. Seolah-olah mereka  bawa buku pelajaran,” ujarnya.

atas perbuatannya,  kedua kurir telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 114 Ayat 2 sub Pasal 111 Ayat 2, dan Pasal 112 Ayat 2, dan Pasal 112 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar.(Laily/Ant/Jaya)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.