Astagfirullah, Puskesmas di Kota Tangerang Tolak Pinjamkan Ambulance untuk Antar Jenazah Bocah Korban Tenggelam

  • Whatsapp
Ambulance Puskesmas Cikokol
Supriadi, paman Husen membopong jenazah keponakannya yang meninggal akibat tenggelam di Sungai Cisadane dari Puskesmas Cikokol.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Astagfirullah, begitu umumnya ucapan yang terlontar dari sejumlah warga ketika mengetahui sikap petugas medis Puskesmas Cikokol, Kota Tangerang yang menolak mengantar jenazah Husen (9), korban tenggelam di Sungai Cisadane menggunakan ambulance untuk dibawa ke rumah duka Kampung Kelapa Indah RT 3 RW 5 Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan/Kota Tangerang.

Penolakan tersebut sontak membuat keluarga korban tenggelam sedih dan kecewa. Padahal saat itu, ada satu unit mobil ambulance “nganggur” terparkir di halaman  Puskesmas. Namun petugas Puskesmas tidak memperbolehkan jenazah Husen dibawa menggunakan ambulance tersebut.

Bacaan Lainnya

Karena kecewa, sedih campur kesal, paman korban yang bernama Supriadi, langsung membopong jenazah Husen keluar dari Puskesmas untuk dibawa pulang ke rumah agar segara bisa dimakamkan.

“Saya langsung bopong (jenazah Husen, red), karena sudah terlalu lama di Puskesmas, hampir satu jam setengah. Waktu juga sudah mau maghrib, kasihan jenazah sudah kelamaan,” ungkapnya, Sabtu (24/08/2019).

Dia mengaku sangat kecewa dengan petugas Puskesmas yang tidak memperbolehkan jenazah keponakannya dibawa menggunakan ambulance milik Pemerintah Kota Tangerang tersebut.

“Ambulance itu katanya untuk yang sakit aja, saya juga sudah minta tolong petugas Puskesmas menghubungi call center untuk meminta ambulance lain yang khusus membawa jenazah. Tapi katanya tidak nyambung-nyambung,” cetus Supriadi.

Selain itu, dia juga berusaha menghubungi call center ambulance, tetapi suaranya tidak terdengar, karena menurut operator sinyal jaringannya buruk.

“Saya sudah hubungi sampai 3 kali, tapi call center selalu bilang jaringannnya jelek tidak terdengar. Saya langsung keluar cari sinyal yang bagus, tetap saja jawabannya sinyalnya jelek,” ketusnya lagi.

Akhirnya, ada salah satu warga langsung meminjamkan mobilnya untuk mengantarkan jenazah Husen ke kediamannya. Atas kejadian itu, dia mengingatkan petugas medis, rumah sakit maupun puskesmas di Kota Tangerang untuk memprioritaskan yang sifatnya darurat. Menurut dia, jangan mempersulit warga dengan yang namanya standar operasional prosedur (SOP).

“Kalau memang ambulance disitu tidak bisa dipakai tapi tolong usahakan bagaimana caranya supaya ada,” ujarnya dengan raut wajah sedih.

Sebelumnya, Petugas Puskesmas Cikokol beralasan ambulance hanya untuk mengantarkan pasien bukan jenazah. Alasan itu, menurut petugas Puskesmas, sudah menjadi Standar Operasi Prosedur (SOP)  dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

BACA JUGA:

. Dua Bocah Tenggelam di Sungai Cisadane

. Bocah Tenggelam di Cisadane Ditemukan, Fitrah Tersangkut Kail Warga

. Bocah yang Terseret Arus Cisadane Belum Ditemukan

Sementara itu,  Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang,  Liza Puspa Dewi menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas kesalahpahaman tersebut sehingga terjadi polemik.

“Mewakili Pemkot Tangerang, saya mohon maaf kepada keluarga korban yang tenggelam,” ujarnya.

Lebih lanjut Liza menjelaskan, Pemerintah Kota Tangerang sudah mempunyai pelayanan mobil jenazah gratis yang bisa dimanfaatkan masyarakat melalui aplikasi 112.

Menurut dia, ambulance yang ada di Puskesmas Cikokol saat itu, hanya dipergunakan bagi pasien dalam kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan segera.

“Di dalam mobil ambulance itu banyak alat medis yang harus dalam kondisi steril. Kalau digunakan untuk jenazah, khawatir akan berdampak pada pasien yang nantinya menggunakan ambulance tersebut,” tambahnya.

Kadinkes juga menghimbau agar masyarakat dapat memilah fasilitas yang telah dimiliki Pemkot Tangerang sesuai kebutuhannya. “Selain ambulance, kami juga telah menyediakan fasilitas mobil jenazah melalui panggilan darurat 112,” tandasnya.(Agus/Difa)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.