Astaga! Ternyata Itu Babi Hutan Dapat Beli Dari Toko Online

oleh -
babingepet, babi, depok, polresmetro
Heboh berita babi ngepet di Depok, ternyata Itu babi hutan dapat beli dari toko online. Foto: Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar ketika menjelaskan tentang ditangkapnya penyebar hoaks tentang babi ngepet/Antara.

DEPOK, REDAKSI24.COM–Ternyata isu adanya babi ngepet di Bedahan, Sawangan, Kota Depok Jawa Barat yang sempat viral di media beberapa hari lalu adalah karangan semata alias hoaks.

Adalah AL warga setempat yang mengarang cerita babi ngepet itu hingga menjadi heboh dan viral di media beberapa hari lalu.

AL mengarang cerita soal binatang yang identik dengan pesugihan itu dibantu rekannya, tujuannya agar bisa lebih terkenal.

Dan ternyata untuk memuluskan skenario cerita babi jadi-jadian tersebut, AL membeli babi hutan dari toko online seharga Rp900 ribu ditambah ongkos kirim Rp200 ribu.

Polres Metro Depok pun berhasil membongkar cerita babi ngepet yang sudah bikin heboh itu, dan menciduk AL sebagai tersangka pengarang cerita dan sekaligus penyebar berita hoaks.

“Kami telah menetapkan satu orang tersangka AI yang juga merupakan warga setempat,” kata Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar, di Mapolres Metro Depok, Kamis (29/4/2021).

Menurut Kapolres, tersangka AL menginginkan dirinya bertambah terkenal dengan cara membuat cerita dan menyebar berita bohong babi ngepet yang sempat viral itu.

Kata Kapolres, AI bersama enam orang rekannya merangkai cerita tentang babi ngepet itu berawal dari adanya warga yang kehilangan uang sebesar Rp1 juta dan Rp2 juta yang kejadiannya setiap malam Selasa dan malam Sabtu.

Kemudian AI membeli babi hutan, berwarna hitam dari sebuah toko online dengan harga Rp900 ribu dengan ongkos kirim Rp200 ribu.

Menurut keterangan AI, penangkapan babi ngepet tersebut dilakukan oleh warga Kelurahan Bedahan dengan cara telanjang bulat bugil.

Atas cerita AI tersebut, banyak warga setempat penasaran, sehingga ingin menyaksikan secara langsung binatang jadi-jadian tersebut yang mengakibatkan terjadinya kerumunan.

“Ternyata ini semua cerita bohong, tidak benar, hanya karangan AI saja,” ujarnya.

oleh karena itu, Kapolres mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan pemberitaan yang belum tentu kebenarannya.

“Jangan mudah membagikan berita yang belum tentu kebenarannya,” tegasnya.

Tersangka AI saat ini berada di tahanan Polres Metro Depok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan terancam hukuman penjara selama 10 tahun.

Pasal yang dikenakan adalah Pasal 14 ayat 1 dan atau ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

AI mengakui semua perbuatannya yang telah melakukan rekayasa atau berita hoaks tentang babi ngepet bersama enam orang temannya.

“Saya menyesal telah melakukan ini semua. Mungkin iman saya sedang turun. Saya mohon maaf khususnya bagi warga Bedahan dan warga Indonesia pada umumnya,” sesal tersangka AL.(ejp)

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.