Astaga, Meski Covid-19 Terus Bertambah Pemkab Lebak Belum Memiliki Karantina

  • Whatsapp
Covid-19
Ilustrasi Covid19.

KABUPATEN LEBAK,  REDAKSI24.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Lebak masih belum memiliki  tempat khusus untuk karantina  pasien positif  Covid-19. Sehingga,  masyarakat  yang terkonfirmasi  Covid-19, saat ini hanya diimbau untuk melakukan  isolasi mandiri di kediamannya masing-masing. 

Hal tersebut  menyebabkan lemahnya pengawasan pasien positif,  khususnya bagi pasien yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG). Padahal, jumlah kasus  terkonfirmasi positif  Covid-19  di Kabupaten  Lebak setiap harinya terus bertambah.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan  data yang diperoleh  Redaksi24.com dari situs Siagacovid19.lebakkab.go.id, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Lebak berjumlah 156 orang,  dengan rincian 55 orang sembuh,  96 orang menjalani masa isolasi,  dan 5 orang lainnya meninggal  dunia. Jumlah tersebut  mengalami lonjakan tajam pada periode bulan Agustus, hingga September 2020 ini. 

Asisten Daerah (Asda) III Setda Lebak Feby Hardian menjelaskan, pasien positif  Covid-19  yang tidak mengalami gejala apapun hanya akan menjalani masa isolasi mandiri di kediamannya masing-masing.  Sementara,  bagi pasien yang mengalami gejala,  pihaknya telah menyiapkan ruang khusus di RSUD Dr. Ajidarmo Rangkasbitung, ataupun langsung dirujuk ke RSUD Banten. 

BACA JUGA: Bupati Dan Pegawai Setda Lebak Jalani Tes Swab Covid-19

“Kalo yang positip dan ada penyakit penyerta lain kita isolasi di ruang isolasi RSUD Dr.  Adjidarmo  ataupun dirujuk ke RSUD Banten,” kata Feby ketika dihubungi  Redaksi24.com melalui telepon selulernya,  Kamis (24/9/2020).

Ia mengungkapkan ,  pihaknya sudah beberapa kali berkoordinasi dengan pihak lain yang mempunyai tempat yang bisa digunakan untuk isolasi bagi pasien positif  Covid-19,  khususnya OTG, seperti LPP Cisalak, maupun Balai Pemulihan dan Pengembangan Sosial (BPPS) yang di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Banten. Namun,  hingga saat ini masih belum diizinkan, padahal Bupati  Lebak sendiri telah bersurat kepada Gubernur Banten perihal peminjaman gedung tersebut.  

“Poin tempat isolasi bagi OTG sudah dibahas juga dengan Forkopimda. Saat ini kita sedang mencari alternatif solusi yang lainnya. Kita sudah koordinasi juga dengan klinik Husada, ” ungkapnya. 

Sementara itu,  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)  Lebak Triatno Supiono mengatakan,  penyediaan tempat karantina  untuk OTG sendiri akan menggunakan anggaran penanganan Covid-19. Untuk jumlah rincinya,  Ia belum dapat menyebut, karena masih mencari  tempat  untuk karantina. 

“Kita nyari tempatnya dulu,  baru dapat dianggarkan.  Karena,  anggaran Covid kan masih ada,  sehingga kita bisa  geserkan mana kebutuhan yang paling mendesak,” kata Pion. 

BACA JUGA: Astaga, Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Lebak Hari Ini Bertambah 18 Orang

Dirinya berharap,  adanya peran aktif satgas Covid-19  tingkat Desa dan masyarakat  sekitar untuk melakukan pengawasan terhadap pasien positif Covid-19  yang tengah menjalani masa isolasi  mandiri,  hingga tempat karantina  ada. 

“Kita tidak hanya diam,  kita sudah mencari  sejak bulan April lalu.  Namun terkendala izin dari pengelola tempat.  Kita berharap,  Satgas Covid-19 di tingkat Desa,  dan juga masyarakat  dapat bekerja sama dalam mengawasi pasien positif yang saat ini tengah menjalani masa isolasi mandiri, ” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.