Astaga, Lahan di Pamulang Yang Sudah Diwakafkan Jadi Masjid Dipersoalkan Oleh Menantu Pemilik Lahan

  • Whatsapp
Dkm
Para pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) dan Imam Masjid Assuruur Pamulang datangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Para pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) dan Imam Masjid Assuruur Pamulang merasa kaget dan heran lantaran lahan masjid yang sudah berdiri sejak 30 tahun lalu dipersoalkan oleh ahli waris.

Bahkan orang yang mengaku sebagai ahli waris tersebut mengancam akan melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian sebagai tuduhan penggelapan.

Bacaan Lainnya

Akibatnya,  para perwakilan DKM dan imam masjid di Pamulang mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), pada  Senin (14/9/2020) siang untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Salah satu perwakilan DKM dan Imam Masjid Assuruur, Sofwan Hizbullah mengatakan, pihaknya  tidak pernah menyangka lahan tersebut dipersoalkan. Pasalnya, kata dia, sudah sejak 30 tahun yang lalu lahan yang diwakafkan oleh H Mochammad Harun bin Tarmizi itu dibangun masjid.

BACA JUGA: LBH UMT Siap Dampingi Warga Yang Digugat Pengembang Perumahan

” Kami tidak pernah menyangka lahan ini dipersoalkan, karena masjid yang ada di atas lahan tersebut sudah berdiri sejak 30 tahun yang lalu,” kata Sofwan.

Bahkan, katanya, masjid yang berdiri di lahan seluas 197 meter persegi  di Jalan Benda Barat 1, RT 05/ RW 07, Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten itu oleh Hj Sunani akan dilaporkan ke Polisi atas dugaan penggelapan. 

“Sudah puluhan tahun masjid ini berdiri dan digunakan beribadah oleh masyarakat dan saat ini sedang proses pembuatan serifikat. Makanya kami tidak menyangka, ada gugatan atas lahan masjid tersebut,” pungkas Sofwan yang merupakan Imam Masjid Assuruur.

BACA JUGA: LBH UMT Buka Posko Bantuan Hukum Gratis Bagi Pekerja Yang di PHK saat Pandemi Covid-19

Ketua tim kuasa hukum dari LBH UMT Gufroni mengatakan, pihaknya akan mendampingi persoalan gugatan terhadap lahan masjid tersebut. “Kami, akan berupaya membantu dan mendampingi kasus ini apabila dibawa ke ranah hukum oleh menantu ahli waris dari orang yang mewakafkan lahan tersebut,” papar Gufron. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.