,

Astaga! Diduga Dicuri, Jenazah Korban COVID-19 Hilang Dari Kuburnya

oleh -
Jenazah Dicuri-Jenazah Korban COVID-19-Hilang-Dari Kuburnya-Diduga-Nusa Tenggara Timur-Timor Tengah Selatan-Kapolres-Epy Tahun-Ketua Gugus
Ilustrasi - Petugas pemakaman mengangkat peti jenazah untuk dimakamkan dengan protokol COVID-19. (Antara)

KUPANG, REDAKSI24.COM—Diduga dicuri, jenazah korban COVID-19 hilang dari kuburnya di Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, pekan lalu. Kepolisian setempat telah menyelidiki dengan memeriksa empat saksi berkaitan dengan hilangnya jenasah salah seorang korban COVID-19 dari dalam kuburnya tersebut.

“Sampai saat ini kami sedang lakukan penyelidikan terhadap dugaan hilangnya jasad dari korban COVID-19 yang diduga telah dicuri orang, dan sudah ada empat orang saksi yang sudah kami periksa,” kata Kapolres TTS, AKBP Andre Libran, Senin (8/2/2021).

Hal ini disampaikan berkaitan dengan perkembangan kasus hilangnya jenazah pasien COVID-19 yang meninggal di RSUD Soe, Timor Tengah Selatan, NTT, diduga dicuri pihak yang tidak bertanggungjawab dari tempat pemakaman Umum ( TPU ) CCOVID-19 di Oebaki, TTS.

Ia menjelaskan, dari empat saksi yang diperiksa tersebut terdapat juga keluarga dari almarhum yang juga sudah dipanggil oleh pihak kepolisian setempat untuk menjalani pemeriksaan.

“Keluarga almarhum juga sudah kami panggil untuk diperiksa nanti,” tambah dia.

Lebih lanjut kata dia, untuk proses penyelidikan ini pihaknya kenakan pasal 180 Kitab Undang-Undang Hukum Pindana (KUHP) yang isinya Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum menggali atau mengambil jenazah atau memindahkan atau mengangkut jenazah yang sudah digali atau diambil, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau denda paling banyak tiga ratus rupiah.

Ketua Gugus Percepatan dan Penanganan COVID-19 TTS, Epy Tahun yang juga Bupati TTS mengaku sudah meminta polisi untuk menyelidiki keberadaan jasad COVID-19.

“Ya ini melanggar UU Protokol kesehatan, dan bisa masuk pidana,” tambahnya.

Namun, katanya, pihaknya akan menyerahkan ke pihak kepolisian untuk menangani kasus ini, dan berharap bisa menemukan jenasah tersebut.

Ia pun memastikan bahwa pemerintah serta pihak rumah sakit tidak pernah mempunyai niat untuk meng-COVID-19-kan orang lain, karena itu sudah pasti melanggar hukum juga. (Kornelis Kaha/Ant/ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.