Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi RS Darurat COVID-19

oleh -
rumah sakit darurat sementara covid-19 kemenag asrama haji pondok gede pasien corona rsds covid-19 menag yaqut cholil qoumas menteri bumn erick tohir
Rencana menjadikan asrama haji Pondok Gede menjadi RS Darurat sementara merupakan hasil pembicaraan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri BUMN Erick Tohir beberapa waktu lalu.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Menyusul semakin melonjaknya kasus COVID-19, Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur untuk dijadikan sebagai rumah sakit darurat sementara (RSDS). Nantinya RSDS untuk menangani pasien corona dengan gejala sedang dan berat.

“Kami bersepakat menjadikan Gedung Arafah yang selama ini digunakan RS Haji untuk perawatan pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat, ditingkatkan sarana prasarananya agar bisa menjadi RS Darurat,” ujar Sekjen Kemenag Nizar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/7/2021).

Rencana menjadikan asrama haji Pondok Gede menjadi RS Darurat sementara merupakan hasil pembicaraan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri BUMN Erick Tohir beberapa waktu lalu.

Jajaran di Kemenag kemudian menindaklanjutinya dengan menggandeng Petra Medika, anak perusahaan PT Pertamina yang bergerak pada layanan kesehatan untuk menyiapkan tenaga kesehatan dan segala fasilitas penanganan.

“Rencana, hari ini akan dilakukan survei lokasi dan diharapkan peralatan pemeriksaan kesehatan dari Perta Medika bisa segera dipasang,” katanya.

BACA JUGA: Tempat Tidur Pasien COVID-19  di Seluruh Rumah Sakit Kota Tangerang Terisi Hingga  92,44 persen

Menurut Nizar, dalam mengatasi lonjakan kasus COVID-19 serta RS yang sudah tak bisa menampung pasien lagi, dibutuhkan tempat baru yang dapat dijadikan ruang penanganan COVID-19.

Apabila membangun, tentu butuh waktu. Karenanya, kedua pihak bersepakat untuk meningkatkan layanan di Gedung Arafah Asrama Haji Pondok Gede sebagai RS darurat.

“Kebetulan, layout kamar dan struktur bangunan Gedung Arafah menyerupai rumah sakit, sehingga diharapkan dapat memudahkan proses optimalisasi fungsinya sebagai RS darurat,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan RS darurat di asrama haji Pondok Gede ini bisa ikut memudahkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, utamanya bagi pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat.

“Ini bagian kehadiran Kemenag dan komitmen BUMN dalam membantu masyarakat,” imbuh Nizar.

Sebelumnya, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan, sebanyak 3.308 kamar dari 26 asrama haji di seluruh Indonesia siap digunakan sebagai ruang isolasi pasien COVID-19 menyusul melonjaknya angka penularan virus berbahaya tersebut.

“Kira-kira dapat menampung sebanyak 10 ribuan pasien COVID-19,” jelasnya.

Menurut dia, Kemenag hanya mampu menyiapkan kamar isolasi, sementara tim pendukung seperti tenaga medis, obat-obatan, dan makanan harus berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19, BNPB, Kodam, dan dinas kesehatan setempat.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.