ASN Pemprov Banten Positif Covid-19, New Normal Kota Serang Terancam Batal

  • Whatsapp
new normal
ilustrasi - positif covid-19

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Tren positif covid-19 di Kota Serang terus merangkak naik. Bahkan, seorang Aparatur Negeri Sipil (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten asal Kota Serang terpapar virus corona 19 tersebut. Kondisi itu mengancam rencana penerapan new normal di Ibu Kota Provinsi Banten tersebut.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kota Serang, Hari Pamungkas mengonfirmasi, 1 ASN yang bertugas di Pemrov Banten berinisial AS (44) jenis kelamin laki-laki asal Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, dinyatakan positif covid-19.

Bacaan Lainnya

Hari juga mengatakan, sebelumnya AS menjalani rapid test pada 7 April 2020, namun hasilnya non reaktif. Kemudian AS memiliki riwayat bepergian ke daerah zona merah covid-19 pada 26 Mei 2020.

Ketika pulang ke Kota Serang lagi, sambung Hari, AS melakukan tes swab pada 28 Mei 2020. Dan pada 8 Juni 2020, hasil tes swabnya menyatakan positif covid-19. Menyusul hasil itu, kata Hari, pihaknya langsung menlakukan tes swab kepada istri dan ketiga anak AS.

“Keluarganya sudah ditracking, nanti lihat hasil swabnya, yang bersangkutan sudah isolasi mandiri sejak tanggal 28 Mei di rumah,” katanya kepada wartawan, Jum’at (12/6/2020).

Dengan penambahan 1 orang itu, lanjut Hari, kasus positif Covid-19 di Ibu Kota Provinsi Banten menjadi 17 orang, dari jumlah itu 1 orang meninggal, 7 orang dinyatakan sembuh dan 9 orang masih menjalani perawatan.

Sedangkan untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) total ada 353 orang dengan rincian selesai ODP 338 orang dan proses ODP 15 orang. Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) total ada 43 orang dengan rincian meninggal PDP 5 sembuh PDP 31 dan proses PDP 7 orang.

Kenaikan angka positif covid-19 tersebut, diakui Hari, menjadi catatan gugus tugas covid-19, terutama terkait rencana penerapan new normal di Kota Serang. Mengenai bagaimana polanya, menurut Hari, pihaknya mengikuti kebijakan pengawasan.

“Yang perlu dicermati bersama, new normal berkaitan dengan kebijakan pemerintah, semua daerah harus menjalankan dan tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat kepada masyarakat. Otomatis tingkat kedisiplinan masyarakat harus ditingkatkan,” jelas Hari.

Hari menyebut untuk mendisiplinkan masyarakat dikembalikan kepada masing-masing daerah. Sampai sekarang, kata dia, Kota Sernag juga belum mencanangkan new normal, masih dalam pembahasan tim.

“Ini pilihan sulit,  satu sisi kami harus memutus mata rantai penyebaran covid-19 tapi sisi lain harus mempertimbangkan aspek perekonomian masyarakat,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.