ASN Pandeglang Diingatkan Agar Netral Dalam Pilkada

  • Whatsapp
ASN pandeglang
Ilustrasi - ASN ditengah dinamika Pilkada.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pandeglang untuk menjaga netralitasnya dalam Pilkada yang rencananya bakal dihelat pada Desember mendatang.

Ketua Bawaslu Pandeglang, Ade Mulyadi mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah dari Bawaslu untuk mengingatkan ASN harus menjaga netralitas selama tahapan Pilkada Pandeglang berlangsung.

Bacaan Lainnya

“Kami undang para ASN, baik yang dari pemerintah daerah maupun dari instansi vertikal untuk diberikan sosialisasi terkait netralitas ASN selama tahapan Pilkada Pandeglang,” ungkap Ade usai memberikan arahan pada kegiatan sosialisasi pengawas perspektif dan netralitas ASN di salah satu hotel di Pandeglang, Rabu (23/9/2020).

Di tempat yang sama, Asisten KASN Bidang Nilai Dasar, Kode Etik Berperilaku dan Netralitas, Irwansyah menyampaikan, saat ini sudah ada tiga kasus terkait netralitas ASN yang dilaporkan Bawaslu Pandeglang. Dua kasus sudah diputuskan, sedangkan satu kasus lagi masih ditindaklanjuti lembaganya.

BACA JUGA: Kemensos Salurkan Beras Premium Bagi Ribuan PKH di Pandeglang

“Dari tiga kasus yang disampaikan Bawaslu ke KASN diantaranya, dua kasus yang sudah ditindaklanjuti dan kami masih menunggu 1 kasus lagi untuk ditindaklanjuti. Untuk Pandeglang masih zona kuning netralitas ASN,” katanya.

Diakuinya, dari 680 kasus ASN se-Indonesia yang dilaporkan hingga 21 September 2020, terdapat dua jenis pelanggaran yang paling banyak dilakukan, yakni penggunaan media sosial (Medsos) dan dukungan pada calon tertentu.

“Yang dominan itu penggunaan media sosial, seperti menglike, memposting sesuatu bernada dukungan, itu yang paling banyak. Kemudian yang kedua itu memberikan dukungan pada bakal calon seperti mengantar ketika mendaftar dan lain sebagainya,” ujarnya.

Menurutnya, untuk membantu proses penanganan pelanggaran di media sosial, pihaknya telah bekerjasama dengan pihak lain yang berkompeten di bidangnya. Hal itu supaya memudahkan jika ada kasus yang tidak bisa diselesaikan KASN.

“Jadi kami selain ada media tersendiri kami juga bekerjasama dengan badan lembaga Siber nasional,” tuturnya.

Ditambahkannya, apa yang dilakukan Bawaslu juga sebagai ikhtiar pencegahan pada ASN di Pandeglang untuk menjaga netralitasnya, apalagi Kabupaten Pandeglang sudah memasuki tahapan penyelenggaraan Pilkada 2020.

“Harapan kami dari KASN mudah-mudahan dengan silaturahmi dan diskusi para ASN bisa menyampaikan pada ASN lain, bahwa netralitas ASN itu sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan,” tambahnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.