AS Akan Bangun Kawasan Konservasi Maritim di Selat Sunda

  • Whatsapp
kawasan konservasi maritim
Bidang Kerjasama Bilateral AS Kemenko Polhukam mengelar Rakor dengan Pemprov Banten terkait rencana konservasi kawasan maritim.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Perairan Selat Sunda yang menjadi lokasi tenggelamnya USS Houston kapal perang milik Amerika Serikat (AS) pada masa perang dunia ke II akan dijadikan kawasan konservasi maritim.

Kawasan konservasi maritim tersebut akan dikelola Pemerintahan Provinsi Banten atas kerjasama Pemerintah Indonesia dan AS. Proses penetapan kawasan itu akan ditempuh waktu tujuh tahun untuk mencapai kesepakatan.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Kerjasama Bilateral AS Kemenko Polhukam, Kolonel Laut Bambang Pramushinto mengatakan, penetapan lokasi tenggelamnya kapal perang AS pada masa perang dunia ke II ini sebagai kawasan konservasi maritim untuk menghindari aktivitas penyelaman ilegal dan pencurian sisa kapal karena kondisi kapal relatif masih cukup utuh lebih dari 60 persen.

“Keuntungannya kawasan itu adalah situs sejarah namun manfaat dan keuntungan yang lebih besar itu bila pemerintah Amerika memberikan kontribusi yang berkelanjutan artinya muncul manfaat bersama dengan penetapan rekonvasi maritim relatif kerangka itu lebih aman sehingga mereka (Amerika) bisa melakukan seremoni peringatan ziarah lautnya disitu setiap tahun,” kata Bambang saat rakor di Pemrov Banten, Kamis (27/2/2020).

Pemerintah Indonesia berharap jika setelah mencapai kesepakatan pemerintah AS diminta  mendirikan situs sejarah. Karena pertempuran laut di Banten bagian dari sejarah perang besar dunia kedua dan tercatat dalam sejarah dunia dan Indonesia secara umum. Didirikan situs sejarah ini secara otomatis akan menjadikan lokasi tersebut objek wisata.

“Yang didalamnya katakanlah misalnya dibangun memperhatikan aspek estetika di dalamnya juga ada informasi jadi ada unsur edukasi di dalam situ. Kemudian manfaat lain adanya beasiswa kepada SDM dari Banten dengan demikian ini satu bentuk kerjasama yang berkelanjutan sebab kita lihat situs USS Houston akan terus berada dalam catatan sejarah AS,” katanya.

BACA JUGA:

. Kapolda Banten Serahkan 30 Unit Kendaraan Dinas ke Polres Pandeglang

. Masyarakat Banten Diminta Sabar Atas Penghentian Umroh ke Arab Saudi

. Banyak UMKM dan Koperasi di Banten Tidak Menerapkan SOP dan KIP

Kemudian, dalam dokumen kesepakatan tersebut bisa bekerjasama dalam rangka penelitian kemaritiman. Karena di lokasi tenggelam itu menarik untuk melakukan riset baik dibidang teknologi perkapalan dan bisa mengetahui penyebab tenggelam kapal tersebut

Lalu, sebelum ditetapkan kawasan konservasi maritim perlu dilakukan penyelaman verifikasi untuk memastikan poli posisinya tidak bergeser dan untuk memastikan keberadaan barang berbahaya seperi amunisi bom laut torpedo.

“Karena itu kan kapal perang. Kemudian pada saat tenggelam tangki bahan bakarnya kan masih bermuatan minyak yang diketahui ada rembesan bahan bakar dari situ artinya bahwa di dalam tanki masih ada kandungan minyak artinya ini barang yang harus dikeluarkan agar tidak mengganggu ekosistem perairan,” katanya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.