Antisipasi Penumpukan Penumpang di Bandara Soetta, PT AP II Kurangi Frekuensi Penerbangan

  • Whatsapp
Antrean Penumpang di Bandara Soetta
Social distancing di Bandara Soetta.

BANDARA, REDAKSI24.COM- PT Angkasa Pura (AP) II mengatur ulang sistem antrean calon penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, selama pandemi covid-19. Selain itu, juga dilakukan pemangkasan jumlah penumpang dan frekuensi penerbangan.

President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, slot penerbangan telah disepakati hanya 5-7 penerbangan setiap jam di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini agar tidak terjadi penumpukan penumpang pada satu waktu.

Bacaan Lainnya

“Saat pandemi (covid-19) di Soekarno-Hatta setiap harinya sekitar 200 penerbangan,” ujarnya, Jumat, 15 Mei 2020.

Menurut Awaluddin, pihaknya juga menyetujui maskapai hanya akan mengangkut penumpang tidak lebih dari 50 persen dari total kapasitas kursi pesawat pada setiap penerbangan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Pembatasan jumlah penumpang, kata dia, mendukung physical distancing juga kelancaran proses keberangkatan. Sementara itu, pintu keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta hanya dipusatkan di Terminal 2 Gate 4 dan Terminal 3 Gate 3.

“Pembatasan penumpang yang diangkut dan slot penerbangan cukup vital dalam menjaga kelancaran dan physical distancing saat proses keberangkatan,” jelasnya.

Per Jumat, 15 Mei 2020, rencana keberangkatan rute domestik di Terminal 2 Soekarno-Hatta, antara lain; maskapai Lion Air, satu penerbangan; Batik Air, 15 penerbangan; dan Citilink sembilan penerbangan. Sedangkan untuk kedatangan rute domestik di Terminal 2, yakni Lion Air dua penerbangan, Batik Air 15 penerbangan, dan Citilink 10 penerbangan.

Selain itu, di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta rencana keberangkatan rute domestik oleh Garuda Indonesia, melayani 29 penerbangan, dan kedatangan rute domestik Garuda Indonesia pun sama frekuensi dengan keberangkatan.

Sementara itu Gubernur Banten, Wahidin Halim menyesalkan insiden penumpukan antrean calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu. Ia menilai PT Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara tidak memperhatikan protokol kesehatan.

“Saya menyesalkan manajemen Angkasa Pura II kurang dan tidak memperhatikan protokol kesehatan dari berbagai aturan yang telah dikeluarkan pemerintah selama pandemi,” ujarnya, Jumat, 15 Mei 2020.

Wahidin mengaku dirinya banyak mendapatkan masukan publik, bahkan dari masyarakat di luar Banten, atas apa yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta. Angkasa Pura II dinilai tak melakukan antisipasi penumpukan penumpang saat Kementerian Perhubungan melonggarkan perjalanan transportasi publik.

“Kami mengingatkan manajemen Angkasa Pura II yang mengelola bandara, harus tetap memperhatikan berbagai aturan yang telah dikeluarkan pemerintah selama pandemi. Bagaimanapun juga, Bandara Soekarno Hatta itu bagian dari wilayah Provinsi Banten,” jelasnya.

Sebagai Ketua Gugus Tugas Penanggulangan covid-19 Provinsi Banten, Wahidin menegaskan jika tidak melaksanakan protokol kesehatan dirinya akan memproses Angkasa Pura II sesuai dengan ketentuan.

“Karena ketentuan peraturan dalam penetapan PSBB itu juga termuat tentang sanksi. Jadi yang melanggar kami ingatkan. Bandara Soekarno Hatta seharusnya bisa menjadi contoh menerapkan upaya pencegahan covid-19,” tegasnya (Igbal/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.