Antisipasi Omicron, Dinkes Kota Tangerang Tiap Hari  Skrining 300 Warga

oleh -
Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni saat memberikan keterangan. (Ist).

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menggencarkan skrining COVID-19 secara acak, tujuannya untuk mendeteksi varian Omicron di kota tersebut. Sedikitnya 200 sampai 300 sampel skrining diambil dari warga Kota Tangerang, Banten, per harinya.

Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni mengatakan skrining yang dilakukan petugas di lapangan mampu mengambil 200 sampai 300 sampel secara acak, dan skrining tersebut mengutamakan warga yang berpotensi atau beresiko terpapar COVID-19. Salah satunya adalah pasien di Puskesmas dan juga Rumah Sakit (RS).

“Alhamdulillah hasilnya nggak ditemukan yang terkonfirmasi (positif COVID-19), memang kecil ya yang surveilans aktif. Kalau di epidemiolog hanya 2 persen mendukung pemeriksaan, tapi kita kan tetap harus waspada. Memperbanyak testing dengan cara seperti ini, surveilans aktif,” jelasnya, saat dihubungi, Rabu (5/1/2021).

Dini menjelaskan sebenarnya kemampuan Dinkes dalam melakukan skrining bisa mencapai 500 orang per harinya, karena kapasitas penelitian sampel skrining di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) mencapai 500 sampel. Namun hal itu tidak dilakukan, karena 200 sampai 300 sampel dirasa sudah cukup.

BACA JUGA: Antisipasi COVID-19 di PTM, Dinkes Kota Tangerang Siapkan Tes Swab Antigen di Sekolah

“Iya jadi kalau untuk harian, kita kemampuannya bisa mencapai 500 di Labkesda, itu yang aman. Artinya, kapasitasnya yang aman 500 walau bisa kita dorong kaya dahulu,” ujarnya.

Lebih jauh Dini mengatakan, penanganan varian Omicron sama saja dengan penanganan varian COVID-19 lainnya, yang mana pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat dengan menjaga protokol kesehatan (prokes) 5M seperti, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Perluas cakupan vaksinasi, kemudian kalau dari kita perkuat tracing, testing, dan treatment. Berarti harus mengadakan surveilans aktif, terus kalau ada kasus konfirmasi kita harus tracing. Kemudian kita persiapan faskesnya, sarana dan prasarana lainnya. Jadi sebenarnya untuk mengatasi ini sama dengan COVID-19 lainnya,” pungkas dia. (Candra/Aan).

 

 

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.