Antisipasi Masuknya Wabah PMK Pada Hewan Ternak, Pemkab Tangerang Bentuk Tim Satgas Reaksi Cepat

oleh -
Antisipasi Masuknya Wabah PMK Pada Hewan Ternak, Pemkab Tangerang Bentuk Tim Satgas Reaksi Cepat

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten membentuk tim satuan tugas (Satgas) pencegahan dan pengendalian dalam mengantisipasi penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Pembentukan Tim Satgas Reaksi Cepat tersebut dilakukan sebagai langkah Pemkab Tangerang dalam mengantisipasi adanya ribuan ribuan hewan ternak sapi yang terjangkit PMK di sejumlah daerah. 

“Ketika indikasi PMK ini masuk ke wilayah Kabupaten Tangerang, maka langkah pertama kita lakukan surveilans atau investigasi ke lapangan oleh Satgas pengendalian penyakit hewan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika. 

BACA JUGA: Galian Tanah Desa Jeungjing Ditutup Satpol PP Kabupaten Tangerang

Asep menyebutkan, pembentukan tim reaksi cepat pencegahan dan pengendalian penyakit hewan tersebut atas instruksi Kementerian Pertanian dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, sebagai bentuk antisipasi terjadinya penyebaran PMK di wilayahnya itu. 

BACA JUGA: Jika Tak Cabut SK Seleksi Kepsek dan Pengawas TK SD dan SMP, Kadisdik Kabupaten Tangerang Terancam Dilaporkan ke Ombudsman

Menurut Asep, tugas dan fungsi tim Satgas ini nantinya akan melakukan pengawasan dan pengecekan secara rutin melalui laboratorium, dan jika nantinya ditemukan hewan bergejala PMK maka dilakukan penghentian dan pemulangan pendistribusian hewan ternak. 

BACA JUGA: Wagub Banten Ajak Kaum Millenial Kembangkan Ekonomi Kreatif

“Tim Satgas ini terdiri dari dokter hewan dan penyuluh Dinas Pertanian, serta petugas dari lintas sektor seperti Polisi/TNI serta Dishub,” katanya. 

Asep menjelaskan, PMK ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh Foot and Mouth Disease Virus (FMDV), yang mana penyakit ini sifatnya menular akut pada hewan ternak seperti kerbau, sapi, domba, kambing dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90 sampai 100 persen. 

“Memang PMK ini tidak menular ke manusia tapi sifatnya hewan ke hewan, yang nantinya terjadi kematian pada hewan itu,” jelasnya. 

Asep mengungkapkan, sejauh ini di wilayah Kabupaten Tangerang belum ditemukan adanya indikasi penyebaran PMK pada sejumlah hewan ternak setempat. 

Kendati demikian, pihaknya pun berharap kepada masyarakat dan pedagang hewan ternak untuk ikut waspada serta menjaga kebersihan kandang karena hal itu perlu dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya penyebaran penyakit kulit dan kuku pada hewan.

“Sejauh ini belum ada, masih aman. Tetapi saya menghimbau kepada para peternak untuk tetap waspada dan melapor jika ada gejala-gejala penyakit pada hewan,” tandasnya.(Deri/Hendra)