Antisipasi Harga Gas Melon Naik di Pasaran, Disperindag Lebak Larang Pangkalan Jual ke Pengecer

  • Whatsapp
Ilustrasi.

LEBAK, REDAKSI24.COM-Harga Gas 3 Kg di Kabupaten Lebak mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut terjadi karena diduga oleh ulah pengecer yang menjual gas melon diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 25 – 35 ribu.

” Iya ada indikasi ke sana, karena Pemerintah sendiri hanya mengawasi sampai dengan Pangkalan, tidak ke tingkat pengecer,” kata Kabid Perdagangan Disperindag Lebak Agus Reza ketika dihubungi Redaksi24.com melalui telepon seluler, Selasa (30/6/2020).

Bacaan Lainnya

Untuk itu, kata dia, dalam mengantisipasi kenaikan harga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak telah mengimbau agar pangkalan gas di Kabupaten Lebak tidak menjual gas LPG 3 Kg atau gas melon kepada para pengecer.

BACA JUGA: Pajak Retribusi Pasar Tahun 2019 Tidak Penuhi Target, Tahun Ini Disperindag Lebak Janji Memenuhinya

Hal itu, tambahnya, sudah diatur dalam Surat Edaran (SE) nomor 510/1192-Indag/2020, tentang larangan penjualan gas LPG 3 Kg kepada pengecer atau warungan yang dikeluarkan oleh Disperindag Lebak

“Hasil monitoring di lapangan banyak pengecer yang menjual harga gas diatas HET (Rp 16 ribu)  dengan kisaran Rp. 25 ribu,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala Disperindag Lebak Dedi Rahmat mengatakan, selain larangan penjualan gas melon kepada pengecer, pangkalan juga tidak diperbolehkan menjual gas diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai dengan yang telah diatur dalam peraturan Bupati Nomor 1 / 2015, pangkalan juga diharuskan  memasang Papan HET sesuai di Kecamatannya masing-masing. ” Hal tersebut dilakukan untuk menjaga agar harga gas tidak meroket,” ujar Dedi.

Katanya, jika SE tersebut tidak diindahkan oleh pangkalan dengan masih menjual gas melon kepada pengecer, maka pangkalan tersebut nantinya dapat dikenakan saksi sesuai dengan peraturan perundang-undang yang berlaku.

“Kalau pangkalan tetap menjual ke pengecer ya akan ada sanksi langsung dari Pertamina, berdasarkan laporan dari kami. Kewajiban kami mengingatkan mereka agar tidak menjual ke pengecer,” terang Dedi.

BACA JUGA:Warga Serbu Pusat Pembelanjaan Rabinza, Disperindag Lebak Ngaku Kewalahan

Menanggapi hal itu, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak, Abdul Rohman mengatakan, Disperindag Lebak juga harus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran gas LPG ukuran 3 Kg tersebut, sehingga gas yang diperuntukan untuk warga kurang mampu ini dapat tepat sasaran. Dirinya juga meminta agar pihak Pertamina agar dapat menindak tegas para oknum yang menjual gas LPG tersebut melebihi HET.

” Memang harus ada upaya penekanan, tujuannya selain untuk menjaga harga dan kelangkaan. Gas berwarna melon ini juga harus tepat sasaran. Jangan sampai untuk masyarakat miskin digunakan oleh orang yang berpenghasilan diatas  rata -rata,” pungkasnya.(Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.