Antisipasi Gagal Tanam, Petani Pandeglang Disarankan Ikut Asuransi Pertanian

  • Whatsapp
gagal tanam, Dinas Pertanian, Pandeglang, asuransi, pertanian
Ilustrasi - Petani di Pandeglang menggarap sawah untuk masa tanam.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dalam mengantisipasi kerugian akibat gagal tanam, Dinas Pertanian Pandeglang, Banten, menyarankan para petani untuk menjadi peserta asuransi pertanian.

Terlebih saat ini para petani di Kabupaten Pandeglang, tengah memasuki masa tanam. Namun pada masa tanam sekarang ini dibarengi dengan musim penghujan yang kemungkinan membawa dampak gagal tanam, khususnya tanaman padi.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pertanian Pandeglang, Budi S Januardi mengatakan, pada musim tanam padi kali ini dibarengi dengan musim penghujan yang dihadapkan pula dengan Lalina, intensitas air hujan diprediksi akan meningkat. Sehingga tanaman padi para petani rawan rusak.

“Dalam menghadapi cuaca saat ini (musim penghujan), kami sudah menjalin sinergitas baik dengan pemerintah pusat dan Provinsi Banten, melakukan langkah-langkah persiapan dalam mengantisipasi terjadinya gagal tanam,” ungkap Budi saat ditemui di Gedung Setda Pandeglang, Kamis (5/11/2020).

BACA JUGA: Waspada, Badai La Nina Berpotensi Terjadi di Pandeglang

Selain itu lanjut Budi, pihaknya juga menyarankan kepada para petani untuk ikut asuransi pertanian. Sebab melalui program asuransi tersebut, mampu mengatasi kerugian ketika gagal tanam maupun gagal panen.

“Jika petani sudah masuk asuransi, ketika nanti ada resiko-resiko yang terjadi pada musim tanam, bisa tercover asuransi itu,” katanya.

Menurutnya, untuk ikut asuransi pertanian itu tidak begitu sulit bagi para petani. Tinggal menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan didaftarkan melalui Penyuluh Pertanian setempat. Bahkan untuk asuransi pertanian itu tidak hanya bagi pemilik lahan saja, akan tetapi penggarapnya juga bisa.

Dari asuransi tersebut tambah Budi, ketika ada resiko kerugian baik dari dampak banjir, hama dan gagal panen, maka bisa mendapatkan bantuan asuransi sebesar Rp4 sampai Rp6 juta per hektarnya.

“Untuk luasan lahan pertaniannya juga maksimalnya hanya dua hektar, dengan premi yang harus dibayarkan dalam setiap musim itu hanya sebesar Rp180 ribu dan mendapat subsidi dari pemerintah sebesar 80 persen, berarti petani tinggal bayar premi sebesar Rp36 ribu,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pertanian Pandeglang, Nasir M Daud menambahkan, ketika terjadi gagal panen untuk bisa diasuransikan itu kerusakan atau gagal panennya minimal 70 persen, dan harus dilaporkan ke Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT).

“Maka ikut asuransi pertanian bagi petani itu penting. Karena mereka tidak tahu resiko yang bakal terjadi, terlebih saat ini kan musim penghujan. Maka kami sarankan petani bisa ikut asuransi,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.