Antisipasi Covid-19, DPRD Kota Cilegon Minta Pengusaha Hiburan Malam Taat Aturan

  • Whatsapp
tempat hiburan malam
Tempat hiburan malam di salah satu kawasan Kota Cilegon beroperasi hingga dinihari, Selasa (17/3/2020).

CILEGON, REDAKSI24.COM – Kalangan DPRD Kota Cilegon meminta pengusaha tempat hiburan malam untuk menaati instruksi Wali Kota Cilegon nomor 2 tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disiase (Covid-19) tanggal 16 Maret 2020.

Dalam instruksi tersebut, wali kota meminta pengelola tempat hiburan malam  untuk menutup usahanya sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona yang kini ditetapkan menjadi bencana nasional dan kejadian luar biasa (KLB) di Provinsi Banten.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon, Qoidatul Sitta mengatakan, instruksi yang sudah dikeluarkan itu harus benar-benar dipatuhi seluruh pengelola tempat hiburan malam tanpa terkecuali. Penutupan dimulai tanggal 17 Maret 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Sudah jelas pada point ke 4b semua penyelenggaraan hiburan baik usaha khusus dan usaha penunjang untuk menutup usahanya, juga sesuai Perda Kota Cilegon Nomor 2 Tahun 2003 tentang perizinan hiburan,” kata Qoidatul.

Menurutnya, untuk memastikan tempat hiburan tersebut mematuhi instruksi wali kota atau tidak, butuh ketegasan dari Satpol PP. Pasalnya, Satpol PP yang memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan di lapangan, terlebih tempat hiburan malam.

“Jangan sampai wrga yang menutup paksa (tempat hiburan malam),” kata Sitta.

BACA JUGA:

. Abaikan Instruksi Wali Kota,  Tempat Hiburan Malam di Kota Cilegon ‘Tantang’ Covid-19

. Wali Kota Cilegon Minta Siswa Belajar di Rumah, Jauhi Kerumunan

Senada disampaikan Anggota DPRD Kota Cilegon lainnya, Erick Airlangga. Dia  meminta pengelola tempat hiburan malam menutup sementara tempat usahanya sampai suasana dinyatakan kondusif.

“Jangan menyepelekan (pandemic virus corona). Pemerintah sudah meliburkan sekolah dan mengimbau agar warga menjauhi tempat keramaian. Tempat hiburan malam jangan hanya mencari keuntungan, tapi harus saling menjaga. Kalau masih beroperasi, sama saja menyumbang penyakit,” ujar Erick.

Karena itu, dia meminta pengusaha dan poengelola tempat hiburan malam di kota baja untuk menaati instruksi wali kota dalam upaya mencegah merabaknya virus Covid-19. “Kami harap bisa dijalankan semua pihak, khususnya pengelola tempat hiburan malam,” tandasnya. (Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.