Ansor Siap Kembangkan Ekonomi Kerakyatan Digital

  • Whatsapp
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (depanvpaling kiri , menggunakan jas hijau) saat memasuki kediaman Wakil Presiden RI Terpilih Kyai Ma'ruf Amin.

REDAKSI24.COM – Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengaku siap mewujudkan tantangan mustasyar PBNU Ma’ruf Amin yang menginginkan GP Ansor melahirkan startup berkelas Unicorn dan mewujudkan gagasan NU Connect, sebuah platform jejaring yang mampu mengonsolidasikan potensi ekonomi warga nahdlyin.

Yaqut mengatakan, salah satu tantangan ke depan memang dunia digital. KH Ma’ruf yang juga Wakil Presiden RI terpilih, diakuinya, meminta Ansor untuk mengonsolidasi kader agar menjadi motor gerakan NU.

Bacaan Lainnya

“Kyai Ma’ruf juga meminta kader Ansor untuk menjembatani berbagai potensi ekonomi nahdliyin, khususnya yang dirintis kalangan muda NU dalam bentuk startup maupun model ekonomi digital lainnya. Kami siap mewujudkan tantangan itu. Karena sebetulnya itu juga merupakan salah satu visi Ansor, yakni kemandirian organisasi,” kata Yaqut di Pondok Pesantren An-Nawawi, Tanara, Serang, Banten, Rabu (4/9/2019).

BACA JUGA:

. Puluhan Kyai NU Serukan Perdamaian Papua di Ponpes An Nawawi Serang

. Ma’ruf Amin Inginkan Banten Jadi Pelopor Kedaulatan NKRI

. 119 Gerakan Pemuda Ansor Dilatih Jadi Pemimpin di Ponpes An Nawawi Serang

Menurut Gus Yaqut, Ansor sudah beberapa kali merintis sejumlah startup, diantaranya Ansor Apps, Ansoruna hingga digitalisasi data kader Ansor beserta potensi ekonomi di tingkat ranting dan cabangnya masing-masing.

“Sebagian ada yang kurang berhasil, ada juga yang jatuh bangun dalam mengembangkan model usaha. Malah harus selalu kami ujicobakan sesuai pangsa pasarnya. Saat ini, kami tengah merintis marketplace yang mudah diakses seluruh masyarakat dan mudah diaplikasikan seluruh kader. Kami optimistis bisa mewujudkan harapan Kyai Ma’ruf,” ungkapnya.

Gus Yaqut menjelaskan, pihaknya memiliki banyak kader dengan berbagai potensinya, mulai produsen produk garmen, pertanian, peternakan hingga kuliner.

“Mereka hanya butuh dikembangkan dan dibukakan aksesnya dari hulu hingga ke hilir, ke pemasarannya. Kami juga punya banyak kader yang bisa jadi pangsa pasar. Jadi tinggal dijembatani,” paparnya.

Sementara, Ketua Steering Committee PKN Ansor VII,  Ruchman Bashori mengungkapkan, dalam setiap agenda PKN, salah satu persyaratan utama bagi pesertanya adalah mengajukan proyek strategis yang akan dikembangkan pasca PKN. Proyek strategis tersebut, jelasnya, harus memiliki dampak positif untuk dirinya, organisasi, dan masyarakat sekitarnya.

“Dalam PKN kali ini, 45 persen dari peserta mengangkat enterpreneurship bidang digital dan pengembangan potensi ekonomi daerah dalam proyek strategisnya. Kami akan lihat output-nya dalam menguatkan kelembagaan dan peran Ansor di masyarakat. Beberapa alumni PKN juga sudah merintis startup yang orientasinya turut mengurangi kesenjangan ekonomi di masyarakat,” tuturnya.

Sejumlah peserta, menurut Ruchman, juga mengajukan rancangan proyek strategisnya berupa program dakwah digital yang mengedepankan Islam ramah, toleran, dan menghargai NKRI. “Ini juga penting untuk mengeliminasi dakwah intoleran yang berpotensi memecah belah bangsa,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wapres RI terpilih Kyai Ma’ruf Amin, dalam pembukaan PKN Ansor VII, di Pondok Pesantren An Nawawi, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (4/9) kemarin meminta Gerakan Pemuda Ansor untuk menjadi dinamo yang bisa menggerakkan masyarakat, serta berperan aktif mengembangkan ekonomi keumatan melalui pemanfaatan teknologi 4.0.

“Sekarang sudah masuk dengan era digitalisasi, dunia online, dan tumbuhnya startup. Pemuda Ansor harus ambil peran (pengembangan startup), dan nantinya bisa menjadi unicorn, ada detacorn,” katanya.

Dia juga meminta Kader Ansor terus bergerak dan menggerakkan. “Jangan statis seperti gasing, tapi harus seperti dinamo. Bukan hanya berputar-putar, tapi harus mampu bergerak maju dan menggerakkan banyak pihak, memberi manfaat kepada banyak pihak,” katanya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.