Angkatan Muda Muhammadiyah Pandeglang Bakar Bendera Prancis

  • Whatsapp
bendera Prancis, angkatan muda muhammadiyah, tugu jam, alun-alun, pandeglang
Sejumlah aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah membakar bendera Prancis.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Pandeglang, Banten, melakukan aksi pembakaran bendera Prancis di tugu Jam Pandeglang, tepatnya depan Pancaniti Alun-alun Pandeglang, Selasa (3/11/2020), sekitar pukul 16.00 WIB.

Aksi pembakaran bendera tersebut, dipicu telah beredarnya pidato pandangan Presiden Prancis, Emmanuel Macron terkait karikatur Nabi Muhammad dan kebebasan berekspresi pada 2 Oktober lalu.

Bacaan Lainnya

Ketua AMM Kabupaten Pandeglang, Ilma Fatwa mengatakan, pembakaran bendera Prancis yang dilakukan pihaknya sebagai bentuk perlawanan terhadap sikap pelecehan yang dilakukan presiden Prancis terhadap Nabi Muhammad SAW.

“Presiden Prancis sudah melecehkan Nabi Muhammad, maka kami menyatakan dengan tegas dan meminta agar seluruh masyarakat Pandeglang khususnya serta Indonesia pada umumnya, untuk segera melakukan boikot terhadap segala produk Prancis,” ungkap Ilma usai membakar bendera Prancis, Selasa (3/11/2020).

BACA JUGA: Gawat, Jembatan Surianen Pandeglang Rawan Ambruk

Menurutnya, sikap itu bagian dari bentuk memberikan pelajaran kepada Presiden Prancis bahwa umat Islam tidak diam. Makanya tegas dia, pihaknya melakukan aksi bakar bendera sebagai bentuk perlawanan pemuda Islam terhadap Presiden Prancis.

“Kami tidak diam, aksi bakar bendera menandakan kami pemuda Islam ada dan melakukan perlawanan. Saya nyatakan, darah Presiden Prancis halal bagi umat Islam,” tegasnya.

Dia juga mendesak Presiden Indonesia agar bersikap tegas dengan melakukan pengusiran terhadap duta besar Prancis yang ada di Indonesia, dan menarik pulang duta besar Indonesia yang ada di Negara Prancis.

“Putuskan hubungan diplomatik dengan Prancis sebelum Presiden Prancis melakukan permohonan maaf secara resmi dan terbuka kepada seluruh umat Islam yang ada di dunia,” tegasnya lagi.

Hal yang sama dikatakan Ketua Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Pandeglang, Mawan Erlin Robiki. Dia sangat menyangkan sikap Presiden Prancis yang sudah berbicara sembarangan. Jelas, kata dia, hal itu sangat melukai umat Islam.

“Sikap presiden Prancis yang sudah menghina agama Islam, tentu saja hal itu sangat melukai hati kami sebagai umat muslim. Maka dari itu, tadi kami bakar bendera sebagai bentuk perlawanan dan menentang keras atas sikap Presiden Prancis,” katanya.

Dia juga menyarankan agar semua mahasiswa melakukan pemboikotan terhadap produk-produk Prancis dan menyuarakan hal yang sama seperti aksi pembakaran bendera yang dilakukannya tersebut.

“Mari semua boikot produk Prancis, dan kami juga menuntut agar Duta Prancis segera hengkang dari Indonesia,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.