,

Angka Kematian Akibat COVID-19 di Brazil Lebih 2.000 Per Hari

oleh -
angka kematian covid-19 di brazil,who,varian virus baru,pandemi,corona
Seorang warga lanjut usia memegang kertas bertuliskan: "Dosis kedua. Vaksinasi!" setelah menerima dosis kedua vaksin COVID-19 Sinovac di panti jompo Solar das Acacias, di Guarulho dekat Sao Paulo, Brazil, (26/2/2021)/Antara.

BRASILIA, REDAKSI24.COM–Kementerian Kesehatan Brazil melaporkan angka kematian akibat COVID-19 dalam tiga hari berturut-turut mencapai lebih dari 2.000 kematian,  angka kematian itu terburuk sejak pandemi setahun yang lalu.

Sementara dalam 24 jam terakhir angka kematian COVID-19 di Brazil dilaporkan mencapai 2.216 kematian.

Kementerian Kesehatan Brazil menyebut pandemi melonjak di negara Amerika Selatan disebabkan oleh varian lokal baru yang sangat menular, dan di Brazil angka infeksi virus corona baru mencapai 85.663 orang, tertinggi kedua dalam satu hari.

Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO) mengatakan keadaan pandemi COVID-19 di Brazil sangat memprihatinkan dan perlu dilakukan tindakan serius.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, bahwa setiap orang di Brazil harus menanggapi situasi ini dengan serius, menambahkan bahwa negara-negara tetangga dapat terpengaruh.

“Kecuali jika tindakan serius diambil, tren peningkatan yang sekarang membanjiri sistem kesehatan dan menjadi lebih dari kapasitasnya akan mengakibatkan lebih banyak kematian,” kata Tedros, di Jenewa, Jumat (12/3/2021).

Setelah ditemukan varian virus corona baru, Brazil telah mendaftarkan 11.363.380 kasus secara keseluruhan, melewati India sebagai negara dengan wabah terburuk kedua.

Jumlah kematian resmi telah meningkat menjadi 275.105 dalam wabah paling mematikan kedua di dunia di luar Amerika Serikat.

Pada Rabu, Brazil memiliki rekor korban jiwa 2.286 orang, diikuti pada Kamis dengan 2.233 kematian lainnya, kata kementerian kesehatan.

Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro mengatakan, telah meminimalkan beratnya virus, dia tidak akan mendapatkan vaksinasi.

Jair Bolsonaro menghadapi kritik yang meningkat karena gagal mengamankan pasokan dosis yang tepat waktu untuk masyarakat, dengan kurang dari 3 persen vaksinasi sejauh ini. (Mulyo Sunyoto/Ant/ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.