Anggota Komisi VI DPR Ananta Wahana: Waspada Lonjakan Angka Pengangguran Akibat Covid-19 di Banten

  • Whatsapp
Ananta Wahana Anggota Komisi VI DPR RI
Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana sat memberikan sambutan dalam acara Diklat Kewirausahaan Bagi IKM Banten yang digelar di Hotel Sahid Serpong, Tangsel.

TANGERANG,RDAKSI4.COM–Anggota Komisi VI DPR RI Ananta Wahana mengingatkan akan terjadinya lonjakan angka pengangguran di Banten akibat pandemi Covid-19. Menurut Ananta jika tidak segera diatasi maka selain bisa mengakibatkan kontraksi pertumbuhan ekonomi juga bisa mengganggu stabilitas daerah dengan semakin tingginya angka kriminalitas.

“Sebelum pandemi saja, Banten sudah menjadi daerah dengan tingkat pengangguran terbuka terbesar di Indonesia. Bisa dipastikan angka pengangguran akan semakin tinggi  disaat pandemi Covid-19 ini,” jelas Ananta kepada Redaksi24.com, usai menghadiri Diklat Kewirausahan Bagi para Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Banten, Kamis (5/11/2020).

Bacaan Lainnya

Untuk itu Ananta berharap kepada semua stakeholder untuk bersama-sama mencari solusi agar angka pengangguran di Banten ini tidak semakin tinggi. semua stakeholder diminta segera bisa menyusun langkah-langkah untuk mengatasi tingginya angka pengangguran di Banten.        

“Salah satu langkah yang bisa kita lakukan adalah dengan menciptakan wirausahawan baru. Khususnya mereka yang bergerak di sektor Industri Kecil Menengah,” ujar politisi PDIP ini.

Untuk menciptakan wirausahawan baru ini ujar Ananta perlu digelar berbagai  pendidikan dan pelatihan kewirausahaan agar para pengusaha baru ini bisa berhasil dalam menjalankan usahanya. 

“Diklat ini bisa diberikan mulai dari materi tentang pengolahan, pengemasan dan pemasaran  hingga bagaimana cara mengurus berbagai legalitas usahanya,” papar Ananta.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang Ujang Sudartono mengatakan dari data yang ada, selama pandemi Covid-19 ini, di Kabupaten Tangerang telah ada lebih dari 10 ribu buruh yang kehilangan pekerjaan akibat banyaknya perusahaan yang gulung tikar.

Untuk mengatasi hal ini menurut Ujang, Pemkab Tangerang telah meminta BUMD yang ada di Kabupaten Tangerang untuk memberikan subsidi bunga kepada para pelaku IKM termasuk yang bergerak dalam bidang pertanian.

“Subsidi bunga bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang dan dikelola oleh BUMD,” jelas yang sebelumnya menjabat sebagai Sekdis Pendidikan Kabupaten Tangerang ini.   

Selain itu lanjut Ujang, Pemkab Tangerang juga telah meluncurkan aplikasi Sibamas yaitu (Sistem Informasi Bantuan Masyarakat), sebuah aplikasi berbasis website.

Melalui Sibamas lanjut Ujang, Pemkab Tangerang memberikan bantuan anggaran sejumlah Rp30 miliar yang ditujukan kepada korban PHK dan pelaku UMKM yang memerlukan bantuan modal.

“Dana yang diberikan sebagai stimulan agar korban PHK dan pelaku UMKM bisa kembali memulai usahanya,” pungkas Ujang.(Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.