Anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PDIP Dituding Tipu Konsumen Perumahan Hingga Ratusan Juta Rupiah

oleh -
Perumahan Royal village 3 di Pocis Babakan, Pamulang, Tangsel yang mangkrak pembangunannya.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Sedikitnya enam orang konsumen merasa ditipu oleh pihak pengembang yang dikelola oleh anggota DPRD Kota Tangerang, Warta Supriatna Chandra.

Pasalnya, beberapa perumahan yang diperjualbelikan melalui situs jual beli oleh anggota dewan dari Fraksi PDIP tersebut sejak 2017 lalu, hingga kini belum selesai pembangunannya, meskipun para konsumen sudah melakukan pembayaran hingga mencapai 90 persen lebih dari harga yang disepakati.

“Kami punya grup WhatsApp, ada 8 orang yang menjadi korban penipuan penjualan dan pembelian rumah itu oleh Warta Supriatna Chandra di beberapa lokasi, seperti  Cisauk, Pamulang dengan harga ratusan juta rupiah,” kata Rika Kurniawati, anak dari Sodikin yang menjadi korban penjualan unit rumah anggota DPRD Kota Tangerang itu  di Perumahan Griya  Mekarsari Residence Rumpin Parigi, Kecamatan Cisauk, Kamis (24/2/2022).

Selain kedua orang tuanya, kata Rika, juga terdapat enam konsumen lainnya yang mengaku telah ditipu oleh Warta Supriatna  Chandra yang berasal dari  Brebes Jawa Tengah tersebut. Mayoritas diantara mereka juga telah melakukan proses jual beli perumahan sejak tahun 2017 lalu. Namun sampai saat ini (2022) pembangunan perumahan itu belum juga selesai alias mangkrak.

BACA JUGA: Anggota DPRD Kota Tangerang Diminta Kembalikan Uang Penjualan Perumahan di Cisauk

Seperti yang diungkapkan oleh Rizaldy, warga Jakarta. Ia mengaku telah membeli satu unit rumah di Royal Village 3  seharga Rp300 juta dengan uang muka atau DP Rp5 juta pada tahun 2017 lalu. Berselang beberapa saat kemudian, lanjut dia, pembayaran itu dilakukan kembali dengan cara ditransfer ke bank BCA atas nama Warta Supriatna  Chandra sebesar Rp150 juta.

Pembayaran itu tambahnya, juga dilakukan di hadapan notaris, “Saya sudah membayar sekira 150 an juta. Namun, ketika saya tanyakan ke Ade Sucipto, selaku manager marketing di perumahan itu, rumahnya tidak kunjung selesai,” kata dia.

BACA JUGA: DPRD Minta Pemkot Tangerang Segel Pembangunan Perumahan Cluster Mutiara Kencana

Begitu juga dengan empat  orang konsumen lainnya,  seperti, Wiwit, Novie, Lina Pariyati, dan M. Abdul Hafid. Mereka  telah membayar ratusan juta untuk mendapatkan perumahan tersebut melalui rekening Warta Supriatna  Chandra. Namun perumahan itu tidak kunjung selesai. 

Bahkan, katanya, Warta Supriatna Chandra dan Ade Sucipto sulit ditemui. ” Karena kedua orang itu sulit ditemui, saya dan konsumen lainnya pernah melaporkan kasus itu ke Polres Tangsel. Tapi hingga kini tidak ada tindak lanjutnya” kata Novi.

Untuk itu, lanjut dia, dalam waktu dekat pihaknya akan beramai-ramai mendatangi kantor DPRD Kota Tangerang untuk meminta kepada Warta Supriatna Chandra agar mengembalikan uang pembelian perumahan tersebut.

“Kami sudah capek dipermainkan seperti ini. Karenanya kami minta agar uang tersebut dikembalikan saja,” tandas dia.

Adapun ke enam konsumen yang merasa ditipu oleh anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PDIP tersebut yaitu Wiwit warga Bukit Dago Gunung Sindur Kabupaten Bogor. Ia telah membayar Rp153 juta untuk pembelian satu unit rumah di Royal Hills Cicayur. Cipto/Lina sudah membayar Rp 50 juta untuk  Royal Village 3, Rizaldy sudah bayar Rp165 juta untuk perumahan  Royal Village 2, Linda /Sodikin bayar Rp270 juta untuk Perumahan Griya Mekarsari Residence Cisauk, Christabel Jeannette Rp 187 juta untuk Perumahan  Royal Hills Cicayur dan Muchamad Abdul Hafid warga Jakarta.

Dikonfirmasi masalah tersebut, Warta Supriatna Chandra tidak memungkiri. Ia mengaku telah memasarkan sejumlah perumahannya kepada konsumen sejak 2017 lalu. Namun karena pembayaran dari konsumen itu di bawa kabur atau dikorupsi oleh Manajer Marketing, Ade Sucipto, kasus tersebut jadi berlarut.

Kendati begitu, ia berjanji untuk tetap bertanggung jawab menyelesaikan permasalah tersebut, baik dengan cara pengembalian uang atau berbentuk rumah. “Kami tetap akan bertanggung Jawab. Kami tidak lari, karena disitu aset kami masih ada, baik berbentuk tanah maupun rumah,” kata Warta melalui telepon genggam.

Silahkan, tambah dia,  datang dan bawa bukti administrasi agar semuanya permasalahan tersebut  bisa terselesaikan dengan baik. Ditanya soal kesulitan konsumen bertemu dengan dirinya, Warta menjelaskan agar buat janji terlebih dahulu.

“Dewan memang tidak selalu di tempat, karenanya bikin janji dulu,” kata Warta yang mengaku baru tahu jika dirinya dilaporkan ke Polres Tangsel terkait masalah itu. (Burhan/Aan)