Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Tolak Rencana Pelimpahan Sampah Tangsel ke TPA Jatiwaringin

  • Whatsapp
Samah TPA Cipeucang yang rencananya akan dilimpahkan ke TPA Jatiwaringin.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari fraksi partai PKS, Ahmad Syahril dengan tegas menolak rencana pelimpahan sampah dari wilayah Tangerang Selatan ke TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Kepada Redaksi24.com ia mengungkapkan sampai saat ini DPRD juga belum menerima surat tembusan kajian pelimpahan sampah tersebut yang sejatinya harus mendapat persetujuan legislatif. 

Bacaan Lainnya

“Belum ada surat tembusan tapi kalau bicara dampak saya pribadi juga paling terdampak karena tinggal dekat TPA Jatiwaringin.Karenanya secara individu saya menolak,”  kata Ahmad Syahril, Senin (6/7/2020). 

BACA JUGA: Pemkot Tangsel Alihkan Pembuangan Sampah 400 Ton dari TPA Cipeucang Ke Jatiwaringin

Ia melanjutkan, rencana pelimpahan sampah dari Tangsel ke Kabupaten Tangerang juga dirasa bukan solusi yang tepat karena menurutnya sampah bukan untuk dibagi-bagi. Terlebih, ada rencana pemerintah daerah untuk menutup TPA Jatiwaringin untuk diubah menjadi tempat wisata. 

“Karena TPA Jatiwaringin sebenarnya sudah mau ditutup makanya pemerintah daerah saat ini sedang ada semacam sistem penghabisan sampah di sana tapi kok malah mau di tambah sampah dari Tangsel,” tuturnya 

Ia juga menegaskan, permasalahan sampah di wilayah Tangerang Selatan, bisa diselesaikan secara internal oleh pihak pemkot Tangsel bukan malah melimpahkan sebagian sampahnya ke wilayah Kabupaten Tangerang. 

BACA JUGA: Tolak Sampah Dari Tangsel Warga Mauk Datangi Kantor DLHK Kabupaten Tangerang

Ia menambahkan, dalam kajiannya pemerintah Kabupaten Tangerang juga harus mempertimbangkan aspirasi masyarakat sekitar yang menolak dengan rencana pelimpahan sampah Tangsel ke TPA Jatiwaringin tersebut. 

“Secara individu saya menolak tapi secara prosedural eksekutif juga harus menyerap aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada kami (DPRD). Tidak seharusnya sampah ini dibagi-bagi, ada kepentingan apa?,” tandasnya (Ricky/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.