Anggota DPR RI Sebut Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Pandeglang Tinggi

oleh -
kekerasan anak dan perempuan
Anggota DPR RI asal BAnten, Ade Rosi.

PANNDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pandeglang, menjadi perhatian anggota komisi III DPR RI. Para wakil rakyat menilai kasus kekerasan anak dan perempuan di Pandeglang cukup tinggi.

Anggota Komisi III DPR RI, Ade Rosi Khoerunnisa menilai, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Pandeglang cukup tinggin. Maka dari itu, pihaknya akan terus berupaya agar bagaimana kasus tersebut dapat diminimalisir.

“Pertama bagaimana pelaku kasus itu diberikan hukuman seberat-beratnya sesuai aturan yang berlaku. Selain itu yang lebih utama lagi, bagaimana menyelamatkan mental yang menjadi korban dari kasus itu,” ungkap Ade Rosi, saat menggelar konferensi pers di salah satu kafe di Pandeglang, Jumat (14/2/2020).

Ketua P2TP2A Provisni Banten itu menyayangkan tingginjya kasus kekerasan anak dan perempuan di Pandeglang. Tetapi, pihaknya bersama LPA dan Unit PPA di Polres Pandeglang, akan berusaha semaksimal mungkin melakukan penanganan terhadai kasus kekerasan tersebut.

BACA JUGA:

. Puluhan Polwan Polres Pandeglang Jaga Masjid Agung

. MUI Pandeglang Himbau Remaja Muslim tak Rayakan Valentine

. P2TP2A Pandeglang Harus Bisa Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

“Yang pastinya kami akan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami kasus itu. Kami juga berharap kepada para orang tua yang memiliki anak dibawah umur, agar terus menjaga, mengawasi dan memberikan kasih sayang yang cukup,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mencegah terjadinya kasus tersebut, salah satunya terus dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat, dan hal itu tidak hanya dilakukan pemerintah saja, tetapi harus dilalukan semua pihak.

“Semua kalangan baik pemerintah, ormas, ulama serta pihak lainnya agar terus menyampaikan undang-undang perlindungan perempuan dan anak itu kepada masyarakat,” katanya.

Istri dari Wakil Gubernur Banten itu, juga mengajak kepada semua kalangan agar bersama mencegah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, terlebih pada orang tua yang memiliki anak agar semaksimal mungkin menjaga dan melindungi anak-anaknya.

“Tentu hal ini menjadi perhatian kami, dan kami juga akan berusaha keras agar kasus itu di Pandeglang bisa ditekan,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.