Anggota DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusuma RUU Cipta Kerja Bertentangan Dengan Kepentingan Buruh dan Pekerja

  • Whatsapp
Anggota DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusuma
Anggota DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusuma.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Anggota DPR RI asal Kabupaten Pandeglang Rizki Aulia Rahman Natakusuma, menolak keras Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja dalam rapat pembahasan tingkat I di Badan Legislatif DPR RI.  Menurut anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini RUU Cipta Kerja itu sangat bertentangan dengan kepentingan masyarakat khususnya buruh dan pekerja. Maka dari itu pihaknya bersama seluruh anggota fraksi Demokrat dengan tegas menolaknya. Bahkan penolakan juga telah disampaikan langsung ke Publik oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

“Partai Demokrat menyarankan agar dilakukan pembahasan yang lebih utuh dan melibatkan berbagai stakeholders yang berkepentingan. Ini penting, agar produk hukum yang dihasilkan oleh RUU Cipta Kerja tidak berat sebelah, berkeadilan sosial, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang sebenarnya,” ungkap Rizki, Jumat (9/10/2020).

Bacaan Lainnya

Politisi muda itu mengungkapkan, sesungguhnya Ketua Umum Demokrat menghendaki hadirnya Undang-Undang di bidang investasi dan ekonomi yang pastikan dunia usaha dan kaum pekerja mendapatkan kebaikan dan keuntungan yang sama, sehingga mencerminkan keadilan bagi masyarakat. 

“Tapi kami menilai RUU Cipta Kerja berpotensi meminggirkan hak-hak dan kepentingan kaum pekerja di negeri ini. Bahkan pak AHY memberikan amanat itu kepada kami. Jelas amanat itu sependapat dengan kami, karena kami juga menginginkan ekonomi yang bernafaskan Pancasila menghendaki pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” ujarnya.

Menurutnya, negara berkewajiban menghadirkan relasi pengusaha, pemerintah, pekerja (tripartit) yang harmonis. Maka ia berharap, pembahasan RUU Cipta Kerja harus menghasilkan kebijakan pembangunan ekonomi yang betul-betul pro terhadap kepentingan rakyat Indonesia. 

“Sesuai amanat Ketua umum kami, bahwa kita harus berkoalisi dengan rakyat, terutama rakyat kecil (termasuk buruh) yang hari ini paling terdampak oleh krisis pandemi dan ekonomi,” katanya. (Samsul Fathoni/Hendra).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.