Anggota DPR RI Pertanyakan Putusan Pengadilan Tinggi Bandung

oleh -
komisi III DPR RI pengadilan tinggi bandung jawa barat terpidana narkoba vonis
Ilustrasi - Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio dan Didik Mukrianto mempertanyakan vonis majelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung Jawa Barat yang meringankan hukuman terpidana narkoba.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung, Jawa Barat yang meringankan enam terpidana kasus narkoba jaringan internasional, menimbulkan pertanyaan dari kalangan anggota DPR RI. Atas putusan tersebut, para terpidana yang membawa 402 kilogram sabu itu, kini bebas dari hukuman mati.

Anggota Komisi III DPR RI, Andi Rio Idris Padjalangi dan Didik Mukrianto mengaku heran dengan putusan pengadilan tinggi Bandung tersebut. Padahal sebelumnya pada 6 April 2021, para terpidana divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Cibadak.

“Saya mempertanyakan dasar dan logika amar putusan hakim pengadilan tinggi Bandung dalam meringankan terpidana narkoba tersebut, patut dipertanyakan ada apa ini,” kata Andi Rio di Jakarta, Senin (28/6/2021).

Andi Rio mengatakan, jaringan narkoba internasional tersebut bekerja secara profesional dan berencana merusak generasi bangsa Indonesia. Namun mengapa putusan Pengadilan Tinggi tersebut justru meringankan hukumannya.

“Kok malah diringankan hukumannya, ada yang aneh dalam hal ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Anggota Komisi VI DPR RI Ananta Wahana: Semua Pihak Harus Gotong Royong Bantu Pemerintah Atasi Pandemi

Dia meminta agar ada upaya para jaksa penuntut umum untuk melakukan banding dalam amar putusan Pengadilan Tinggi Bandung tersebut. Menurut dia, putusan yang meringankan para terpidana narkoba bebas dari jeratan hukuman mati dan hal ini menjadi bukti penerapan hukum pidana narkotika di Indonesia masih lemah dan mudah dimainkan.

“Tentunya putusan ini melukai perasaan masyarakat, meski hakim memiliki independensi dalam memutus, namun harus didasarkan pada hati nurani yang logik, rasio dan fakta yang ada,” katanya.

Andi Rio yang juga Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan DPR RI itu, berharap agar peristiwa itu tidak terulang kembali di kemudian hari dalam kasus narkoba di ranah pengadilan. Hal itu, menurut dia, karena narkoba merupakan musuh negara dan musuh bersama.

“Narkoba merusak generasi bangsa dan telah masuk ke segala lapisan masyarakat. Jangan sampai putusan ringan ini menjadi surga dan pintu masuk para pengedar narkoba ke Indonesia,” katanya.

Andi Rio mengajak semua pihak untuk memerangi narkoba dengan memberikan hukuman yang seberat-beratnya, agar dapat memberikan efek jera kepada para pelaku pengedar dan pengguna narkoba.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.