Anggota DPR RI Ananta Wahana : BUMN Harus Jadi Alat Untuk Mensejahterakan Rakyat Dalam Mengatasi Dampak Pandemi

oleh -
anggota komisi VI DPR RI Ananta Wahana
Anggota Komisi VI DPR RI Ananta Wahana.

Oleh Endang JP, Pemred Redaksi24.com

PANDEMI COVID-19 telah meluluhlantakkan dunia secara global, sepanjang Tahun 2020 wabah virus itu selain telah menimbulkan krisis kesehatan, juga berdampak serius terhadap sektor ekonomi, hingga berbagai negara pun terpuruk bahkan terperosok ke jurang resesi.

Begitu juga, sejak awal Maret 2020 lalu menginvasi negara kita, virus corona merontokan perekonomian dalam sekejap saja. Sektor industri terjungkal akibat rantai perdagangan terputus, bahan baku tak ada, berujung pemutusan hubungan kerja besar-besaran.  Sektor riil sekarat, kaum pedagang tak bisa berjualan, tukang ojek dilarang narik penumpang, ekonomi rakyat macet. 

Rakyat pun kian kesusahan, dikurung tinggal di rumah berlama-lama menjadi tidak produktif. Sedangkan di luar rumah risiko kesehatan mengancam lantaran sudah tidak bisa diketahui lagi siapa yang sehat, siapa yang sakit terpapar corona. Tak pelak, berkurangnya aktivitas masyarakat di luar rumah membuat pendapatan mereka anjlok, daya beli menurun lantaran tak punya penghasilan. 

Pemerintah tak berpangku tangan, untuk mengatasi dampak pandemi itu pemerintah melakukan berbagai langkah mitigasi, mulai sektor kesehatan hingga di bidang sosial maupun ekonomi, dengan anggaran digelontorkan mencapai angka Rp677,2 triliun, agar penanganan COVID-19 bisa dipercepat dan ekonomi bisa dipulihkan.

Bantuan CSR BUMN untuk rakyat

Untuk menyelamatkan kehidupan rakyat akibat dari dampak pandemi COVID-19 dibutuhkan upaya konkrit dan bisa menyentuh langsung masyarakat, tak hanya dari pemerintah, namun juga dari berbagai pihak yang memiliki kesempatan untuk memperjuangkan nasib rakyat.

Ananta Wahana, Anggota DPR RI menyampaikan, “Saatnya membuktikan kepada rakyat. Dengan berbagai ikhtiar untuk meringankan kesulitan dalam mengatasi dampak pandemi ini,” kata politisi PDI Perjuangan, dan menjadi wakil rakyat di Senayan pertama kali hasil Pemilu 2019 lalu dari Dapil Banten III meliputi Tangerang Raya itu.

Di Senayan, Ananta duduk di Komisi VI dan sebagai mitra kerja badan usaha milik negara atau BUMN. Lantaran itu, dia mengambil langkah cepat mengajak mitra kerjanya itu untuk memberikan berbagai bentuk bantuan yang dapat dirasakan langsung rakyat yang sedang kesusahan hidup karena pandemi. Ananta melihat bagaimana BUMN bisa menjadi lokomotif yang bergerak di depan dalam menghadapi dan mengatasi wabah COVID-19 beserta segala dampaknya.

ananta wahana

 

Pada Mei 2020, Dia menggandeng  beberapa BUMN antara lain Pertamina, BTN, Bank Mandiri dan Angkasa Pura  serta melibatkan  Kementerian Sosial membagikan ribuan paket sembako kepada warga sejumlah wilayah di Tangerang Raya.

“Dari 10.000 paket sembako yang disiapkan, sudah 8.000 paket  yang dibagikan. Selain nasi kotak, dan membangun sejumlah dapur umum di wilayah Tangerang Raya,” ujar Ananta, saat itu.

Ananta juga mengirim bantuan paket sembako dan APD untuk tim medis di Rumah Singgah Karantina COVID-19  Griya Anabatic, di wilayah Kelurahan Bonang, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Kemudian, pada Juni 2020 Ananta membagikan 100 paket sembako di Vihara Sobhita Tridharma, kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Bantuan ini diberikan lantaran ada permintaan dari pengurus vihara bahwa banyak anggotanya yang terdampak dan kekurangan kaitannya sembako. 

Dalam memperjuangkan masyarakat di wilayah Tangerang Raya yang menjadi Dapil asalnya, Ananta tidak sekadar menyerap aspirasi dari konstituen, tapi juga menyampaikan kepada mitra kerjanya hingga terealisasi, dan melihat sejauh mana manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. 

Ananta mengecek langsung realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan oleh BUMN. Dan pada November 2020, Ananta meninjau proses rehab bangunan beberapa sarana Pura Parahyangan Agung di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, berupa bantuan CSR dari BRI untuk membantu pembangunan sarana ibadah umat Hindu. 

Menurut Ananta, program bina lingkungan oleh mitra kerjanya melalui program CSR tersebut, juga diberikan kepada kelompok pondok pesantren, gereja, vihara, serta para penggiat seni di wilayah Tangerang. 

Ananta juga menyerahkan bantuan satu unit ambulance kepada Tagana Bodhi Banten sebagai kendaraan operasional untuk melayani masyarakat dalam kondisi pandemi. Bantuan hibah dari PT Pupuk Indonesia tersebut diserahkan di Vihara Dhammaphala, Gerendeng Pulo, Kota Tangerang, pada 15 November 2020 lalu.

Menariknya, nama Ananta menjadi nama salah satu gedung di Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah Assalafiyyah yang berada di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Gedung itu baru dibangun menggunakan dana CSR sebesar Rp 250 juta bantuan dari WIKA pada Desember 2020.

Pengasuh Pesantren Gus Imron menyebut Ananta Wahana merupakan sosok anggota legislatif yang dekat dengan kalangan pesantren bukan saat ini saja. Menurut pengakuan Gus Imron, pengurus Presidium GMNI periode 1989 itu bahkan sudah dekat dengan pesantren sejak masih menjadi Anggota DPRD Provinsi Banten. 

“Dan Gedung ANANTA ini, biar nanti Pak Ananta juga yang meresmikan,” imbuh Gus Imron.

Sementara, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap pelestarian kesenian daerah, Ananta membantu pengurusan legalitas 4 paguyuban kesenian Jawa yang ada di wilayah Tangerang Raya. Dokumen legalitas berupa  akta notaris tersebut diserahkan Ananta kepada masing-masing pengurus paguyuban, yaitu Paguyuban Kesenian Ndolalak Tresno Budoyo, Tri A Tunggal, Sekar Taji Wargo Budoyo dan Wahyu Mustiko Aji Barongan pada Desember 2020 lalu.

Bantuan pengurusan legalitas sengaja diberikan agar eksistensi paguyuban tersebut dapat diakui secara resmi oleh pemerintah dan masyarakat. Selain itu menurut Ananta, dengan adanya legalitas tersebut dapat mempermudah para penggiat seni di paguyuban tersebut untuk mengakses bantuan baik berupa pelatihan maupun dana bagi pengembangan kesenian.

Dan salah satu BUMN yakni BNI 46 memberikan bantuan CSR berbentuk alat musik kepada Paguyuban Mbangun Karso. Ananta menilai bantuan alat musik itu merupakan salah satu bentuk corporate social responsibility dari perusahaan negara, agar para seniman bisa tetap hidup dan eksis pada masa pandemi ini.       

Ananta Wahana juga membangun Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, 10 tahun lalu. Padepokan ini memiliki ragam upaya dalam melestarikan kebudayaan. Sembari merintis, Tumaritis juga mencari jalan terang kemanusiaan. 

“Semangat yang ditumbuhkan lewat Padepokan Kebangsaan ini, adalah membuat manusia menjadi lebih baik. Bagaimana membuat orang dalam kondisi minus menjadi plus,” ujar Ananta

Pada Desember 2020 lalu, padepokan tersebut dilengkapi fasilitas baru yang diberi nama Gedung Serbaguna Rumah Kader Karang Tumaritis, bantuan CSR dari PT Pupuk Indonesia. Gedung baru itu terdiri 2 lantai, lantai bawah didesain untuk ruang makan dan toilet, sedangkan di lantai atas bisa dimanfaatkan untuk ruang pendidikan dan pelatihan sekaligus untuk beristirahat.

“Bagi organisasi kemahasiswaan, kemasyarakatan serta berbagai organisasi kepemudaan lainnya yang ingin mengadakan pendidikan dan pelatihan bisa memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada di Gedung Serbaguna Rumah Kader Karang Tumaritis ini,” papar Ananta. 

Dan pada awal 2021 ini, Ananta Wahana kembali mengajak BUMN untuk terus berikhtiar menangani dampak pandemi yang masih berlangsung, dengan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat. Dengan Pertamina Persero sebanyak 4.975 paket sembako senilai Rp 500 juta didistribusikan kepada masyarakat di wilayah Tangerang Raya, yang secara simbolis diserahkan di Vihara Dharma Bhakti, Karang Sari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Jumat, (15/1/2021).

Gayuh Mustiko Jati dari CSR Pertamina Persero Wilayah Jawa bagian Barat menjelaskan, bantuan ini merupakan bagian program Bina Lingkungan yang dilakukan Pertamina Persero bagi masyarakat  yang terdampak COVID-19.  Gayung berharap bantuan sembako ini bisa sedikit meringankan masyarakat yang terdampak akibat adanya pandemi COVID-19.

Dari rekam ikhtiar menanggulangi dampak pandemi sepanjang Tahun 2020 tersebut, Ananta menyebut, ketika swasta banyak yang jungkir balik dan mundur akibat pandemi ini, BUMN maju tampil ke garis depan. Gerak BUMN juga dari limpahan bantuan alat kesehatan, APD, juga bantuan sosial. Di tingkat yang lebih mendasar, BUMN juga termasuk cepat bergerak menyelamatkan lapisan masyarakat paling rentan yang terdampak berat akibat pandemi ini. Misalnya, dengan memberikan kemudahan modal usaha dan membeli produk-produk rakyat nelayan, petani, dan usaha kecil. 

“BUMN adalah alat untuk mensejahterakan rakyat. Dan saat pandemi ini, BUMN menjadi lokomotif untuk menyelamatkan rakyat dari segala dampaknya,” jelasnya. 

Kata Ananta, dalam penyaluran bantuan dana CSR BUMN tidak boleh ada pungutan maupun potongan sepeser pun. Semua bantuan harus penuh diterima oleh masyarakat.

“Dengan alasan apa pun tidak boleh dikurangi (bantuan). Dan jika ada orang atau staf saya yang melakukan curang seperti itu. Kasih tahu saya. Akan saya tindak betul,” tegas Ananta.

Pandemi COVID-19 belum usai, rakyat masih butuh uluran tangan. Meski kini vaksin sudah ditemukan dan mulai diberikan kepada masyarakat, namun bukan berarti sudah terbebas dari ancaman kesehatan. Ini adalah harapan, segala kesusahan dan kekacauan akibat pandemi bisa segera berakhir.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.