Anggota DPR RI Ananta Wahana Apresiasi Langkah Konkret BUMN Atasi Dampak Covid-19

  • Whatsapp
Dpr ri ananta wahana bantuan bumn

JAKARTA, REDAKSI24.COM—Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Ananta Wahana memberikan apresiasi terhadap langkah konkret yang dilakukan BUMN dalam menghadapi dan mengatasi dampak pandemi Covid-19 yang mulai mewabah di Indonesia awal Maret lalu. Penghargaan positif tersebut diberikan lantaran sejak awal merebak virus Corona, BUMN menjadi salah satu pionir yang segera membentuk gugus tugas untuk penanganan Covid-19.

“Saya melihat bagaimana BUMN menjadi lokomotif yang bergerak di depan dalam menghadapi dan mengatasi wabah Covid19 beserta segala dampaknya,” ujar Ananta Wahana, Anggota Komisi VI DPR RI, Rabu (20/5/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Ananta, pandemi Covid 19 ini telah meluluhlantakkan dunia secara global. Tidak ada satupun negara di dunia siap menghadapi pandemi ini. Di tengah situasi yang serba sulit sekarang, usaha-usaha dan industri banyak yang bertumbangan. Rakyat juga terhimpit oleh keadaan yang serba susah dan masuk ke fase bertahan hidup.

“Ketika swasta banyak yang jungkirbalik dan mundur akibat pandemi ini, BUMN maju tampil ke garis depan. Gerak BUMN juga dari limpahan bantuan alat kesehatan, APD, juga bantuan sosial (bansos),” politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Kendati kata Ananta, saat ini harga Alat Pelindung Diri (APD) tidak semahal di bulan Maret antara lain juga karena kesigapan BUMN dalam menyediakan kelengkapan APD bagi tenaga medis dan rakyat. Di tingkat yang lebih mendasar, BUMN juga termasuk cepat bergerak menyelamatkan lapisan masyarakat paling rentan yang akan terdampak berat akibat pandemi ini. Misalnya, dengan memberikan kemudahan modal usaha dan membeli produk-produk rakyat nelayan, petani, dan usaha kecil. Tindakan konkret seperti yang dilakukan BUMN itulah yang tidak selalu diekspos oleh media dibutuhkan oleh rakyat, apalagi lapisan masyarakat yang berada di kelompok rentan.

“Kita bisa yakin dan berbangga bahwa BUMN memang hadir untuk negeri, sesuai dengan motonya,”ucapnya.

Dpr ri ananta wahana
Tokoh masyarakat menerima secara simbolis bantuan sembako bagi warga terdampak Covid-19 yang sekaligus menjadi korban banjir di perumahan Mustika, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (20/5/2020) malam.

Menuju Kehidupan Normal Baru

Selain itu lanjut Ananta, pandemi ini menghantui di masa yang paling sakral dan penting menjelang hari raya suci Idul Fitri. Dengan keluarnya larangan mudik yang diberlakukan demi kesejahteraan orang banyak, pandemi ini mengobrak-abrik kebiasan dan tradisi tahunan. Di tengah situasi itu, masih belum dapat dipastikan kapan pandemi covid 19 akan berakhir. Bisa saja bulan depan, bisa tahun depan, bisa tahun- tahun ke depan. Tidak ada yg bisa dan berani memastikan.

“Dunia medis dan dunia sains memang tidak mengenal istilah ‘Bebas Covid’. Yang ada hanyalah ‘Kasus Kematian 0 (nol)’. Dan itu berarti kalaupun kita bisa mencapai status Kasus 0, jumlah 0 juga bisa pecah telor lagi kapan saja,” katanya.

Di tengah ketakpastian global itu, yang bisa dilakukan adalah perlahan-lahan mulai membiasakan diri dengan situasi serba ab-normal ini, yang menjadi suatu normal yang baru. Contoh sederhana pakai masker kalau pergi ke luar, dan rajin cuci tangan.

Menurut Ananta, apapun namanya apakah berdamai dengan Covid, mengatasi Covid, itu tidak penting. Yang penting adalah kesiapan dalam menyiapkan diri menghadapi normal baru ini. Termasuk juga kesiapan dalam menghadapi efek-efek sosial ekonomi yang akan muncul akibat wabah ini. Dalam hal kesiapan itu, salah satunya lewat BUMN sebagai usaha milik negara, usaha yang dimiliki oleh rakyat, membawa mandat untuk ikut menopang masyarakat dalam menghadapi normal baru ini.

“Selain memberikan kesadaran bagi masyarakat tentang normal baru ini, BUMN juga membawa mandat untuk mensejahterakan rakyat. Sebab BUMN adalah instrumen negara untuk penyejahteraan rakyat. Untuk itu, meski kita tidak dapat memastikan kapan pandemi ini selesai, tetapi hanya dengan bergotong royong bahu membahu di antara kita dan bersama BUMN, maka krisis ini bisa terasa menjadi agak lebih ringan,” pungkasnya.(Iqbal/EJP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.