Anggota DPR RI Ananta Wahana Ajak Pemuda Aktif Dalam Kegiatan Politik

oleh -
Anggota DPR RI Ananta Wahana Ajak Pemuda Aktif Dalam Kegiatan Politik

KOTA TANGERANG SELATAN,REDAKSI24.COM – Anggota DPR RI, Ananta Wahana mengajak anak muda peduli dengan nasib bangsa dengan aktif dalam kegiatan politik.Hal tersebut dikatakan Ananta dalam acara Dies Natalis ke-2 Perkumpulan Mahasiswa Basodara (PMB) Nusa Tenggara Timur Pamulang dan Diskusi Publik di Taman Kota 2 BSD Sabtu (15/01/2022) kemarin.

Ananta mengatakan dengan jumlah mencapai 40 persen dari populasi penduduk Indonesia, tentu saja peran pemuda menjadi sangat penting. Terlebih di dunia serba digital ini banyak terobosan yang telah dibuat anak-anak muda Indonesia seperti gojek dan grab.

BACA JUGA: Anggota Komisi VI DPR RI Ananta Wahana Launching Sembako Mbak Puan Untuk Rakyat

“Jangan heran anak muda selalu jadi rebutan bagi partai politik selain karena jumlahnya yang besar juga karena mereka memiliki gagasan-gagasan diperlukan untuk kemajuan negara kedepannya,” ungkap pria yang saat ini duduk di Komisi VI DPR RI ini.

BACA JUGA: Bawaslu Kota Tangerang Bekali Pendidikan Politik Pada Mahasiswa

Ananta menambahkan, peran anak muda dalam politik juga sangat penting diantaranya adalah agar memastikan orang yang menjadi wakil rakyat nantinya adalah orang baik dan jujur. Mereka diharapkan memastikan hal tersebut dengan cara memberikan dukungan kepada mereka.

BACA JUGA: Nama Besar Indonesia Bisa Sirna Jika Terlambat Merangkul Generasi Z Ke Dalam Politik

“Saya meyakini bahwa politik bukan hanya punya orang kaya atau pejabat. Politik juga merupakan bagian dari kegiatan masyarakat yang ada. Jadi anak muda dapat belajar dan berperan dalam politik,” ungkapnya.

Ananta melanjutkan, dirinya mengutip ungkapan bung Karno yang mengatakan bahwa 1.000 orang tua hanya mampu bermimpi tapi satu anak muda dapat mengguncang dunia untuk mengungkap betapa dahsyatnya peran anak muda.

“Soekarno sudah menggambarkan kekuatan anak muda yang dahsyat tersebut. Maka anak muda harus belajar berpolitik. Karena generasi muda adalah calon pemimpin bangsa maka dia harus memahami standar bagaimana mengatur negara,” tambahnya.

Kristian, peserta kegiatan mengatakan bahwa selama ini  paradigma masyarakat soal politik masih berbicaralah tentang siapa yang memiliki uang maka akan menang secara politik.

“Namun setelah mendengar materi tentang politik. Saya mendapatkan paradigma baru bahwa politik itu milik semua orang bukan hanya milik pejabat, ” pungkasnya.(Hendra)

No More Posts Available.

No more pages to load.