Anggota DPR Ananta Wahana Harap Demo Buruh Tidak Timbulkan Krisis COVID Semakin Panjang

oleh -
dpr,komisi,iv,ananta,wahana,krisis,covid,demo,buruh,mayday
Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Ananta berharap demo buruh dalam rangka May Day atau Hari Buruh Internasional tidak menimbulkan krisis COVID semakin panjang/Foto: Anggota Komisi VI DPR Ananta Wahana/Dok-R24.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Ananta Wahana berharap aksi demo buruh May Day atau Hari Buruh Internasional pada 1 Mei ini tidak menimbulkan krisis COVID-19 di Indonesia semakin panjang.

“Kita sedang berjuang keluar dari krisis COVID ini yang dampaknya sudah ke mana-mana, terutama ekonomi kita yang hancur. Semoga aksi May Day teman-teman buruh tidak memperpanjang krisis ini,” kata Anggota DPR Ananta Wahana, di Jakarta, Jumat (1/5/2021).

Anggota Komisi VI DPR RI itu menyatakan, demo buruh skala terbatas dan skala besar yang terjadi setiap tahun dihari buruh internasional, harus diberikan apresiasi sebagai bagian dari demokrasi, dan hak tenaga kerja untuk menentukan nasibnya.

Namun demikian, imbuh Ananta, demonstrasi 1 mei ini jangan sampai menimbulkan penularan COVID, disaat kita semua sedang berjuang menurunkan angka penularan.

“Kalau yang menjadi fokus demo adalah UU Cipta Kerja, hal ini akan dicatat oleh kami di DPR RI sebagai masukan konstruktif,” ujarnya.

Ananta menyampaikan, sebenarnya dalam UU Cipta Kerja tidak ada itu disebutkan upah minimun turun. Malah di 6 pasal (pasal 88 sampai pasal 90 abcd) diatur soal jaminan upah dan kenaikan upah buruh mengikuti aturan pemerintah daerah dan pusat.

“Kemudian, soal pesangon juga tidak dihilangkan. Di pasal 156 justru diatur jaminan pesangon dan jaminan kalau kehilangan pekerjaan,” ucapnya.

Ananta melanjutkan, soal jaminan pekerjaan yang katanya bisa dipecat kapanpun, ini juga tidak berdasarkan fakta. Faktanya di pasal 89 dan 90 diatur bahwa buruh tidak bisa di PHK secara sepihak.

 

Berkaca pada krisis COVID India

Anggota DPR Ananta Wahana menyatakan, apa yang terjadi di negara India adalah peringatan bagi semua negara khususnya Indonesia. Krisis COVID India terjadi akibat warganya tidak mengindahkan ketentuan kesehatan dalam kondisi pandemi.

Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, India sangat terpuruk dan kacau balau menghadapi situasi krisis kesehatan itu. Kasus aktif COVID melonjak bak tsunami, angka kematian saban hari meningkat.

Rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya tak mampu lagi menampung pasien infeksi virus corona baru. Akibatnya krisis kesehatan di India sangat memperihatinkan dan mengerikan.

“Semua negara di dunia dalam situasi yang sulit. India telah memberi pelajaran buat kita, betapa krisis COVID ini menjadi ancaman global, dan kita harus selalu waspada,” kata Anggota DPR RI dari Dapil Banten III itu.

Oleh karena itu, Ananta menegaskan, demo buruh dalam rangka May Day ini tidak berakibat pada lonjakan angka penularan di Indonesia.

“Dan, sekali lagi, kami DPR RI mengapresiasi aksi hari buruh internasional ini sebagai subuah hak konstitusional teman-teman buruh,” ujar Anggota Komisi VI itu.

“Namun kita juga harus waspada, bahwa pandemi belum usai, dan ancaman krisis COVID itu nyata, sudah menghancurkan ekonomi kita dalam sekejap saja,” pungkasnya.(ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.