Anggarkan Mamin Rapat Hingga Rp6,7 M, Akademisi Nilai Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Tak Miliki Empati Terhadap Rakyatnya Yang Tengah Kesulitan

oleh -
Anggarkan Mamin Rapat Hingga Rp6,7 M, Akademisi Nilai Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Tak Miliki Empati Terhadap Rakyatnya Yang Tengah Kesulitan

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM– Sejumlah pihak mengkritisi kebijakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Tangerang yang Kabupaten Tangerang menganggarkan biaya makan dan minum (mamin) rapatnya dengan nominal yang fantastis yaitu sebesar 6,7 Miliar per tahunnya. Pasalnya menurut saat ini kondisi keuangan daerah dan perekonomian masyarakat tengah merosot dan prihatin akibat adanya pandemi COVID-19 yang saat ini masih terjadi.  

Seperti yang diutarakan salah satunya Akademisi dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang Adib Miftahudin. Menurut Adib pemerintah daerah dalam hal ini Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang dinilai tak memiliki empati terhadap masyarakatnya yang tengah mengalami krisis ekonomi. Saat masyarakat menderita akibat harga sembako meroket dan langka sejak awal tahun ini, justru para wakil rakyat meminta anggaran mamin yang cukup besar.

BACA JUGA: Luar Biasa, Masih Dalam Kondisi Prihatin Akibat Pandemi COVID-19, Anggaran Makan dan Minum Rapat DPRD Kabupaten Tangerang Capai 6,7 Miliar

“Tentu ini tidak memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap masalah masyarakat. Sembako mahal, ada juga yang langka, ini sekretariat dewan justru anggaran makan minumnya fantastis,” kata Adib.

BACA JUGA: Selain Molor, Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang Lebih Banyak Diisi Bangku Kosong

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) ini dalam kondisi saat ini dengan masih adanya beberapa pembatasan tentunya nilai tersebut bisa disebut sebagai pemborosan.

BACA JUGA: Tidak Ada Penindakan Terhadap Industri Pencemar Lingkungan, Anggota DPRD : Pemkab Tangerang Jangan Bodohi Diri Sendiri

“Seberapa banyak sih rapat serta produk hukum yang akan mampu dihasilkan saat masih dalam kondisi pandemi seperti ini.Tentunya hal ini saya nilai sebagai pemborosan. Padahal kondisi anggaran nasional termasuk daerah saat ini tengah morat-marit,” tegas Adib.

Sebelumnya dari penelusuran Reak24.com pengadaan barang dan jasa dengan nomenklatur belanja mamin bisa terlihat di kanal sistem informasi rencana umum pengadaan (Sirup) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP) Kabupaten Tangerang. 

Dari sistem tersebut diketahui bahwa pengadaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemerintah Kabupaten Tangerang tahun anggaran 2022 ini digunakan untuk makanan dan minuman rapat yang dipecah menjadi 13 paket dengan nilai bervariasi mulai dari Rp. 6,5 juta hingga Rp. 2,5 M.

Saat dikonfirmasi tentang hal tersebut Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang Uyung Mulyardi membenarkan bahwa biaya fantastis dari pengadaan makanan dan minuman untuk rapat tersebut sudah direncanakan berdasarkan jumlah kegiatan yang disusun. 

Namun ketika ditanya lebih lanjut terkait rincian dari anggaran tersebut dirinya masih enggan berbicara banyak. Sebab katanya, dirinya masih harus mempelajari hal itu. 

“Kalau informasi dari Sirup barangkali itu sesuai dengan apa yang ada di dalam rencana. Fantastisnya itu mungkin sudah direncanakan berdasarkan jumlah kegiatan yang disusun, mungkin ada berapa kali (kegiatan). Jadi sudah disesuaikan dengan rencana yang akan kita lakukan,” singkatnya.(Derri/Hendra)

No More Posts Available.

No more pages to load.