Anggaran Penanggulangan Covid-19 di Lebak Rp 181 Miliar, Baru Terserap 18 Persen

  • Whatsapp
Ilustrasi.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Penyerapan anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Lebak, Banten masih terhitung rendah. Dari total anggaran Rp 181,57 M, baru terserap Rp. 33,526 M atau 18,46 persen..

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lebak, Budi Santoso. Ia mengatakan, penyerapan anggaran berdasarkan kebutuhan penanganan Covid-19 di empat bidang  yaitu Penanganan Kesehatan, Penanganan Dampak Ekonomi, dan Penyediaan Jaring Pengaman Sosial (JPS), serta cadangan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diruang lingkup Pemkab Lebak yang khusus menangani Covid-19, seperti Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Koperasi dan UKM, dan BPBD Lebak. 

Bacaan Lainnya

“Penyerapan sesuai kebutuhan, paling besar ada di Dinsos Lebak,” kata Budi ketika dihubungi Redaksi24.com melalui telepon selulernya, Jum’at (3/7/2020).

 BACA JUGA: Pemkab Lebak Tambah Anggaran Penanganan Covid-19 Menjadi Total Rp 181 M

Ia merinci, untuk penanganan kesehatan sendiri digelontorkan dana sebanyak Rp. 42 M yang terbagi untuk penyediaan sarana dan prasarana penanganan Covid-19 dan juga insentif tenaga medis sebesar Rp. 36 M yang dikelola oleh Dinkes Lebak dengan jumlah yang telah terealisasi Rp. 10 M atau 29 persen, dan untuk insentif penanganan Covid-19  petugas check point di 10 pos perbatasan sebesar Rp. 6 M yang dikelola oleh BPBD Lebak, baru terealisasi Rp. 2,2 M atau 34 persen.

” Dinkes kan kebutuhan anggaran sampai bulan Oktober, masih 4 bulan kedepan, pembelian kan ga sekaligus sesuai kebutuhan dan kondisi terkini. Sedangkan untuk Posko perbatasan sudah dihentikan tadinya direncanakan untuk 6 bulan, baru 2 bulan berjalan dirasa sudah cukup oleh gugus tugas sehingga dihentikan, dan nantinya sisa anggaran tersebut dialihkan ke penanganan lainnya,” kata Budi.

Berikutnya untuk Penyediaan JPS yang diperuntukan untuk pemberian bantuan terhadap warga terdampak Covid-19 melalui Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dikelola oleh Dinsos Lebak sebanyak Rp. 92 M, dengan jumlah yang terealisasi sebanyak Rp. 20 M, atau sebanyak 20 persen, 

Penanganan Dampak Ekonomi yang diperuntukan untuk pemberian bantuan kepada pelaku UMKM  yang dikelola oleh Dinas Koperasi (Dinkop) sebesar Rp. 3 M, dengan jumlah yang terealisasi Rp. 0, dan cadangan Rp. 40 M, dengan jumlah yang terealisasi sebanyak Rp. 341.250 atau 0,85 persen.

“Penyediaan JPS yakni Bantuan Sosial Tunai  (BST) disalurkan secara bertahap, satu bulan sudah realisasi, bulan kedua menunggu selesai pembagian BST pusat, baru jadwal BST APBD. Sedangkan untuk UMKM dalam proses pencairan ke rekening masing-masing UMKM   oleh Dinas Koperasi,” jelasnya.

Dikatakannya, jika total anggaran penanganan Covid-19 yang berasal dari Biaya Tidak Terduga (BTT) tidak terserap  dan masih berada pada OPD terkait, maka anggaran tersebut harus dikembalikan ke kas daerah (Kasda).

BACA JUGA: DPUPR Lebak Alihkan Rp 161 Milliar Anggaran Pembangunanan Untuk Tangani Covid-19

Sementara itu, Plt Sekretaris Dinkes Lebak Agus Darsono mengatakan, pihaknya telah melakukan penyerapan anggaran untuk penyediaan sarana dan prasarana sebesar Rp. 9,2 M atau 29,88 persen dari total anggaran  Rp. 31 M. 

Katanya, penyerapan anggaran dibidang kesehatan sendiri dilakukan oleh pihaknya dengan memperhatikan situasi, dan kondisi perkembangan Covid-19 di Kabupaten Lebak.

“Jumlah ini merupakan angka kebutuhan masyarakat seperti  masker, hand sanitizer, desinfektan, dan lain-lainnya yang telah kami belanjakan pada bulan Maret, dan April dimana awal-awal Covid. Tapi dengan ditemukannya kasus positif maka kami belanjakan untuk penanganannya seperti rapid test, yang saat ini sudah kontrak kerjasama,” kata Agus.

Lanjutnya, pihaknya juga telah melakukan kontrak kerjasama dengan pihak lainnya dalam hal pengadaan sarana dan prasarana tersebut. 

“Yang belum terealisasi ini bukan berarti belum kontrak, kita sudah melakukan kontrak tinggal realisasi pembayarannya saja. Kita juga melihat perkembangan Covid-19 ini sendiri, saya harap mudah-mudahan tidak sebesar itu juga (total anggaran penyediaan sarana dan prasarana) realisasi penyediaan sarana dan prasarana dapat mencukupi,” pungkasnya.(Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.