Anggaran Penanganan Covid-19 di Banten Berpotensi Jadi Temuan Tipikor

  • Whatsapp
anggaran covid-19
Ilustrasi - Anggaran penanganan Covid-19 di daerah dengan melakukan refocusing APBD.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Unit Kordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK menilai anggaran proyek pengadaan barang dan jasa (Barjas) percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Banten berpotensi menjadi temuan tindak pidana korupsi (Tipikor).

Koordinator Korsupgah KPK, Asep Rahmat Suwandha saat dihubungi kemarin mengatakan, jika terjadi kemahalan harga dalam proses pengadaan barang dan jasa, meskipun dalam penanganan Covid-19, bisa terjerat Tipikor.

Bacaan Lainnya

“Lihat saja nanti hasil auditnya, ada temuan tidak. Jika hasil penelusurannya ada temuan, maka bisa terjadi dugaan indikasi Tipikor, dan uang kerugian Negara harus dikembalikan,” katanya.

Asep melanjutkan, sejauh ini pihaknya belum melakukan audit menyeluruh terkait penanganan pengadaan Barjas, karena masih menunggu hasil audit dari masing-masing inspektorat di daerah. Harapannya, inspektur di daerah bisa maksimal melakukan pengawasan, sehingga meskipun ada temuan bisa segera ditindaklanjuti tanpa melalui proses hukum. “Untuk itu pengawasan di daerah harus dimaksimalkan, jangan sampai terjadi indikasi Tipikor,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Banten, Herlin Setyorini mengaku, pihaknya hanya melakukan proses pendampingan hukum terkait penggunaan dana Covid-19 sebagaimana yang dimintakan Pemprov Banten.

Jika dikalkulasikan, total anggaran dalam penanganan Covid-19 mencapai Rp125 miliar. Sementara yang masuk dalam permintaan pendampingan Kejati sebesar Rp115 miliar. Tetapi, karena sebagian anggarannya sudah terpakai, akhirnya hanya sekitar Rp34 miliar yang dimintakan pendampingan hukum.

“Anggaran yang sudah terpakai pihak ketiga untuk pengadaan juga ada yang belum bisa dicairkan, karena masih tertahan di Bank Banten,” ujarnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.