Anggaran Penambahan Lahan TPA Ciepucang Rp25 Miliar, Benyamin: Pembangunan PLTSa Tidak Layak

oleh -

REDAKSI24.COM- Kondisi lahan ‎tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang kondisinya sudah kelebihan volume sampah (overload). Pemkot Tangerang Selatan merencanakan perluasan lahan TPA Cipeucang sekitar 5 hektare.

“Lahan TPA saat ini sudah overload sehingga tidak mampu lagi menampung sampah. Kami merencanakan penambahan lahan sekitar 5 hektar,” kata Walikota Tangsel Benyamin Davnie usai rapat paripurna, Senin (3/10/2022).

Benyamin mengatakan, pembelian lahan 5 hektar tersebut dinilainya belum memadai karena ada aturan dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS) tentang garis sepadan harus 100 meter dari sungai Cisadane. Tidak hanya itu saja, kata Benyamin, berdasarkan kajian Asian Development Bank (ADB), lokasi itu tidak direkomendasikan untuk dibangun Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Cipeucang.

“Hasil kajian dari BBWS aturannya harus 100 meter dari garis sepadan sungai. Makanya ketika penambahan 5 hektar harus sejajar garis sungai kita hanya dapat 3,5 hektar saja. Apalagi hasil asemen ADB lokasi TPA Ciepucang dinilai tidak layak dibangun PLTSa,” ungkapnya.

Ditanya soal alternatif lain, pria yang akrab dipanggil Ben ini menuturkan, saat ini Pemkot Tangsel sudah menjalin kerjasama dengan Pemkot Serang. Namun Benyamin menilai hal itu tidak cukup makanya kita usulkan ke Provinsi Banten untuk membuat TPA Regional di Lebak.

“Kerjasama dengan Pemkot Serang itu dinilai tidak cukup, makanya kita usul ke Provinsi Banten untuk buat TPA regional di Lebak. Tinggal teknis aja dari Gubernur untuk alokasi payung hukum nya. Kalau pun beli tanah di lebak tidak apa-apa,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bapeda Tangsel Eki Herdiana mengatakan, pembelian lahan 5 hektar tersebut, Pemkot Tangsel menganggarkan sekitar Rp25 miliar.

“Sekitar Rp25 miliar pembelian lahannya,” pungkasnya.

Diketahui, kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang, Serpong Kota Tangsel sudah kelebihan kapasitas daya tampung (overload). Kondisi ini lantaran lahan yang saat ini tidak mampu lagi menampung volume sampah mencapai 150 ton sampai 300 ton per hari sementara luas lahan yang ada saat ini baru 2,4 hektar. (van)