Aneh Tapi Nyata, di Pandeglang Ada Air Panas di Tengah Sungai

oleh -
sungai air panas
sumber air panas di Kampung Pasar Gunung, Desa Palembang, Kecamatan Cisata, Pandeglang, Banten.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Ada yang aneh tapi nyata di Kampung Pasar Gunung, Desa Palembang, Kecamatan Cisata, Pandeglang, Banten. Di desa itu terdapat sumber air panas yang uniknya berada di tengah sungai. Kini sumber air panas itu menjadi daya tarik wisatan. Mata air panas di tengah sungai itu,  mulai banyak dikunjungi wisatawan.

Sumber air panas tersebut keluar dari lubang yang ada di dasar sungai. Oleh warga, sumber air panas itu kemudian ditandai dengan menggunakan drum. Air panas yang memancar itu bukan buatan, namun keluar langsung dari lubang di dasar kali Cisata tersebut.

Meski lokasinya di tengah sungai, namun anehnya air tetap panas. Dari situ, konon jika pengunjung menaruh uang logam dalam drum dan berucap “panas, panas, panas” maka air itu akan semakin panas.

Sumber air panas itu sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Namun hingga saat ini tidak ada perhatian dari pihak terkait untuk menata lokasi sumber air panas yangberasal dari Gunung Pulosari itu.

Kawasan wisata Gunung Pulo Sari tersebut belum tereksplor secara maksimal. Namun tiap Sabtu dan Minggu tidak sedikit wisatawan berkunjung ke lokasi.

BACA JUGA:

. Pandeglang Bakal Bangun Wisata Agri Park

. Menikmati Pesona Laut Carita dari Rumah Pohon Tahura Pandeglang

Para pengunjung wisata air panas, tidak hanya bisa menikmati pemandian air panasnya. Melainkan bisa menikmati pula suasana alam yang cukup hijau dan asri, karena di sekitar lokasi masih terdapat pepohonan rimbun dan besar.

Pengunjung, selain bisa mandi menggunakannair panas, bisa pula mandi di air sungainya. Air sungai yang mengalir langsung dari sumbernya itu cukup jernih dan sejuk. Untuk menuju ke lokasi pemandian air panas di tengah sungai, dari jalan raya ke lokasi menempuh jarak sekitar 200 meter dengan jalan kaki.

Karena akses jalannya tidak bisa masuk kendaraan, sebab jalannya masih berupa tanah merah yang menyerupai tangga. Selain itu, untuk masuk ke kawasan wisata tisak perlu mengeluarkan biaya besar, karena tidak ada biaya masuk, hanya saja menggunakan jasa parkir kendaraan di pintu masuk atau di rumah warga warga yang ada di sekit lokasi wisata tersebut.

Erik, salah seorang pengunjung wisata pemandian air panas mengatakan, pemandian air panas ini cukup alami. Karena air panas keluar langsung dari sumbernya yang berada di dasar sungai. Diakuinya, airnya lumayan panas dan tercium bau belerang kawah.

“Airnya agak bau belerang. Artinya air panas ini bukan buatan manusia, tapi alami yang langsung keluar dari sumbernya,” ungkap Erik kepada redaksi24.com, Minggu (3/11/2019).

Dia mengaku setiap hari Sabtu dan Minggu sering berkunjung ke wisata air panas ini. Biasanya, ia mandi dengan air panas tersebut, namun karena sekarang cuacanya lumayan panas, akhirnya ia mandi di air sungainya.

“Air kalinya cukup jernih, dan dingin pula. Jadi kami berendam di sungai biar adem,” katanya seraya berharap sumber air panas ini ada yang mengelola agar tertata dengan baik.

Sehingga nantinya, kata dia, bisa lebih menarik perhatian wisatawan. Namun yang diketahuinya sejak dulu, kondisi kawasan air panas tersebut tetap seperti ini, tidak pernah ada yang melakukan penataan.

“Selain kawasan wisata air panasnya, akses jalannya juga harusnya diperbaiki, supaya kendaraan bisa masuk. Saya yakin jika dijadikan wisata alam pengunjung akan lebih banyakv lagi,” ujarnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *