Ananta Wahana Ajak Santri Untuk Menjaga dan Menguatkan Nilai-nilai 4 Pilar MPR

oleh -
Ananta Wahana, Sosialisasi 4 Pilar MPR, Ponpes Daarul Falahiyah Cisoka, Komisi VI DPR RI, Kabupaten Tangerang

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Pondok Pesantren Daarul Falahiyah Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten,Anggota MPR Ananta Wahana mengajak para santri untuk terus menjaga dan menguatkan nilai-nilai 4 Pilar MPR RI, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurut Ananta, nilai-nilai yang terkandung dalam 4 Pilar tersebut sangat penting dalam menjaga keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia. 

“Di era globalisasi sekarang ini, pastinya tidak sedikit gangguan yang dihadapi Negara Indonesia, terutama lewat media sosial dengan masuknya paham dari luar yang dapat mengancam keutuhan NKRI dan keberagaman yang sudah ada sejak lama,” papar Ananta.

Menurut politisi PDIP ini walaupun dirinya yakin nilai-nilai 4 pilar sudah dipegang oleh para santri karena telah mendapatkan pelajaran akhlak dari para kyainya,  namun dirinya tetap ingin para santri untuk ikut berperan aktif dalam sosialisasi dan menghadirkan 4 pilar di tengah masyarakat. Penerapan 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari dinilai penting sebagai pedoman untuk membangun karakter bangsa.

“Sosialisasi dan penerapan pilar-pilar kebangsaan harus terus dilakukan agar pengaruh-pengaruh buruk dari luar dapat dihalau. Terutama pengaruh-pengaruh yang menyebabkan timbulnya radikalisme dan terorisme,” ujar pria yang duduk di Komisi VI DPR Ini.

BACA JUGA: Sosialisasi 4 Pilar, Ananta Wahana Waspada Tumbuhnya Bibit Radikalisme di Indonesia

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyah, KH.Ahmad Imron menjelaskan bagi para santri NU sikap toleran adalah hal yang wajib dimiliki. Sikap toleran itu penting dimiliki untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan negara Indonesia. 

KH.Ahmad Imron mencontohkan tanpa adanya persatuan dan kesatuan membuat kerajaan besar di Nusantara ini menjadi hancur. Dan hal itu bisa saja terjadi di Indonesia jika sikap toleran tersebut tidak dimiliki oleh masyarakatnya, Terlebih Indonesia kaya akan keanekaragaman budaya suku dan bahasa.

“Kurang bagaimana besarnya kerajaan Majapahit, Mataram dan Sriwijaya. Namun akhirnya hancur karena tidak adanya persatuan. Dan itu tidak boleh terjadi pada Indonesia,” tegas KH.Ahmad Imron .

BACA JUGA: Densus 88 Sergap Terduga Teroris di Kelapa Dua Tangerang

Sementara itu  pembicara dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR, Abraham Garuda Laksono mengaku sangat kagum kepada para pendiri bangsaag telaah mampu merumuskan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia salah satunya melalui Pancasila.

“ Walaupun telah dibuat puluhan tahun lalu, namun apa yang terkandung dalam Pancasila hingga saat ini tetap kontekstual di masa modern ini,” ujar anak muda yang akrab disapa Abe ini.  

Untuk itu dirinya mengajak para santri untuk terus menggali nilai-nilai luhur yang ada dalam Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai generasi muda kita harus terus memegang teguh nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi negara kita Indonesia yakni Pancasila,”ujar Abe.(Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.