Anak Wakil Wali Kota Tangerang Yang Terlibat Narkoba Terancam Hukuman Seumur Hidup

  • Whatsapp

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Sidang perdana anak Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin yang diduga terlibat dalam kasus narkoba digelar  secara virtual di ruang 1 Pengadilan Negeri Tangerang.

Dalam sidang tersebut, Akm yang merupakan putra bungsu dari orang nomor dua di Kota Tangerang itu bersama ketiga orang lainnya yang ditangkap Polda Metro Jaya pada 12 Juni 2020 lalu digelar secara terbuka.

Bacaan Lainnya

Ketua Majelis Hakim R Aji Suryo yang didampingi dua orang Hakim anggota Sucipto dan Elly Istiyani langsung menanyakan kabar Akm dan terdakwa lainnya. “Akmal, Syarifudin, Dede dan Muhammad Taufik apa kalian sehat,” tanya Aji di sidang virtual PN Tangerang. 

Kemudian pertanyaan tersebut oleh Akm dan terdakwa lainnya dijawab “Sehat”. 

BACA JUGA: Anak Wakil Wali Kota Tangerang Ditangkap Polda Metro Jaya Atas Kasus Dugaan Narkoba

Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tangerang, Neysia Sabina, Ghozali, Adib dan Oktaviadi membacakan dakwaan secara bergantian. Di dalam dakwaannya JPU mengatakan, keempat orang terdakwa  diduga melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu pada 12 Juni 2020 lalu. 

Akibatnya, keempatnya terdakwa dibekuk oleh Ditnarkoba Polda Metro Jaya dengan barang bukti 1 gram lebih sabu di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang. Dan dijerat  Pasal 114 ayat 1, dengan ancaman maksimal  seumur hidup.

BACA JUGA: Menanti Sidang Narkoba, Anak Wakil Wali Kota Tangerang Mendekam di Lapas Pemuda

Kemudian oleh Majelis Hakim sidang ditutup dan dilanjutkan pekan depan. “Sidang akan kami lanjutkan pada Senin 2 November 2020 mendatang dengan agenda keterangan saksi – saksi,” tutup Aji. 

Sementara itu, kuasa hukum dari keempat terdakwa enggan memberikan pernyataan apapun terkait sidang yang digelar kali ini. “Saya belum bisa komentar,” ungkap Kuasa Hukum yang enggan menyebut namanya sambil bergegas meninggalkan tempat. (Iqbal/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.